Gempa di Kalsel dan Lombok, Hanya Salah Satunya yang Benar?

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 29 Agustus 2023 | 10:24 WIB
Wilayah titik gempa bumi Lombok Utara dan Bali 29 Agustus 2023, Berkekuatan 7.1 Magnitudo (BMKG)
Wilayah titik gempa bumi Lombok Utara dan Bali 29 Agustus 2023, Berkekuatan 7.1 Magnitudo (BMKG)

Jakarta, bidiktangsel.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Kalimantan Selatan dan Lombok pada Selasa (28/8) dini hari.

Gempa tersebut terasa hingga ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Hingga saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih melakukan evaluasi terkait data gempa tersebut. Pada peta BMKG AEIC, episentrum gempa berada di perairan Selat Makassar, tepatnya di 3.26° LS, 115.48° BT, dengan kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga: Islamic Holiday Camp Baznas Tangsel: Cetak Pemimpin Masa Depan

Namun, pada peta BMKG WRS, episentrum gempa berada di perairan Selat Lombok, tepatnya di 8.25° LS, 116.35° BT, dengan kedalaman 571 kilometer.

Perbedaan episentrum tersebut menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, apakah gempa tersebut terjadi dua kali, atau hanya salah satunya yang benar.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, kemungkinan besar gempa yang benar adalah yang berada di perairan Selat Lombok.

Hal ini dikarenakan gempa dengan episentrum di Selat Lombok lebih terasa di wilayah Lombok dan sekitarnya, sedangkan gempa dengan episentrum di Selat Makassar tidak terasa di wilayah Kalimantan Selatan.

Baca Juga: IKM Kabupaten Tangerang Ekspor Produk Makanan ke Taiwan

"Gempa dengan episentrum di Selat Lombok lebih terasa di wilayah Lombok dan sekitarnya, karena getarannya akan merambat pada bidang antar lempeng dan umumnya lebih terasa di Selatan," kata Daryono kepada wartawan.

Namun, Daryono juga tidak menutup kemungkinan bahwa gempa tersebut terjadi dua kali. Hal ini bisa terjadi jika gempa pertama memicu gempa susulan yang lebih besar.

"Mungkin beberapa orang merasakan gempa terasa 2x, karena adanya gempa susulan," kata Daryono.

BMKG masih terus melakukan evaluasi terkait data gempa tersebut. Jika ada informasi terbaru, BMKG akan segera menginformasikannya kepada masyarakat. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X