Baca Juga: Ketika Sejarah Pendiri BNI 46 Tersisih oleh Prioritas Media TV di Tangsel
Struktur Keuangan: Seimbang Meski Defisit
Berdasarkan laporan resmi, APBD Perubahan 2025 mencatat pendapatan sebesar Rp10,50 triliun lebih, sementara belanja mencapai Rp10,81 triliun lebih.
Dengan demikian, terdapat defisit sebesar Rp305,98 miliar. Namun, defisit tersebut dapat ditutup dengan surplus pembiayaan sehingga kondisi APBD tetap seimbang.
Andra Soni menegaskan, angka-angka tersebut hanyalah instrumen teknis. Yang terpenting, bagaimana anggaran itu diterjemahkan dalam kebijakan nyata yang mempercepat pembangunan serta menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga: Proyek PSEL TPA Rawa Kucing Rawan Gugatan, P3S Ingatkan Pemkot Tangerang
“Orientasinya jelas, bukan sekadar formalitas anggaran. Melainkan kemanfaatannya harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.
Komitmen Pemerintah Daerah
Dengan arah kebijakan fiskal yang lebih fokus, Pemprov Banten berharap perubahan APBD 2025 mampu menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan.
Prioritas diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya soal Tuntutan 17 plus 8: Itu Suara Sebagian Kecil Rakyat
Perubahan APBD ini juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan.
Melalui kerja sama eksekutif dan legislatif, Pemprov Banten menegaskan komitmennya untuk menjadikan APBD sebagai alat pembangunan, bukan sekadar angka-angka dalam dokumen formalitas.
(***)
Artikel Terkait
Raperda RPJMD Usul Bupati Disampaikan Wabup Serang Najib Hamas
Indonesia dengan SDA Melimpah, Mengapa 80% Penerimaan Negara Bergantung pada Pajak?
Ingin Tahu! Perwal 110 Tahun 2022 dan Panduan Lengkap Syarat serta Prioritas Penerima Bantuan RTLH di Tangsel
PSEL TPA Rawa Kucing Terhenti Gegara Adendum Belum Diteken Pemkot Tangerang
Putra Gorontalo Mayjen TNI Amrin Ibrahim Pimpin Kodam XVII/Cenderawasih