Desa Sindanglaya Jadi Proyek Percontohan Program Radenmas 2045: Menata Desa Menuju Indonesia Emas

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 1 Juni 2025 | 18:36 WIB
Kemendes PDTT menetapkan Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang sebagai pilot project Program Rencana Desa Negara Emas (Radenmas) 2045.
Kemendes PDTT menetapkan Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang sebagai pilot project Program Rencana Desa Negara Emas (Radenmas) 2045.

Kabupaten Serang, bidiktangsel.com – Dalam upaya membangun fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menetapkan Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang sebagai pilot project Program Rencana Desa Negara Emas (Radenmas) 2045.

Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi Kemendes PDTT dengan Yayasan Quantum Akhyar Institute yang diketuai oleh Ustadz Adi Hidayat, tokoh nasional yang dikenal aktif mendorong penguatan desa berbasis spiritualitas dan kemandirian ekonomi.

Baca Juga: Tangsel Siaga 24 Jam: Garda Terdepan Penanggulangan Banjir di Tengah Hujan Deras

Program Radenmas 2045 hadir sebagai bentuk nyata dari pembangunan berbasis desa yang menitikberatkan pada potensi lokal, kemandirian ekonomi, dan ketahanan pangan.

Tujuannya sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia: mewujudkan negara maju, mandiri, dan berdaya saing global melalui penguatan akar rumput – yaitu desa.

Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama antara Kemendes PDTT dan Yayasan Quantum Akhyar Institute berlangsung pada Minggu, 1 Juni 2025, di Pantai Pasir Putih Florida, Desa Sindanglaya.

Baca Juga: Damkar Tangsel Semprot Lumpur Pascabanjir: Langkah Cepat Pemkot Tangsel Pulihkan Lingkungan Terdampak

Hadir dalam seremoni tersebut Menteri Desa PDTT Yandri Susanto, Wamendes Ahmad Riza Patria, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, dan Ustadz Adi Hidayat sebagai pemrakarsa gerakan.

“Desa adalah pondasi negara. Kalau desa kuat, Indonesia akan kokoh,” ujar Ustadz Adi Hidayat. Menurutnya, penguatan dari bawah atau bottom-up movement menjadi kunci dalam pembangunan berkelanjutan.

Pasca penandatanganan, para pejabat langsung meninjau inovasi pertanian lokal berupa metode Si Opung, yakni menanam padi di atas kolam atau empang – solusi kreatif untuk lahan terbatas dan kebutuhan air berkelanjutan.

Baca Juga: Warga Ciputat Diduga Jadi Korban Teror Premanisme hingga Enam Kali, Polisi Bungkam

Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman aneka pohon buah-buahan di Kampung Kadubajo, sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Menanam (Gerina).

Program ini tidak hanya simbolik, melainkan langsung diarahkan pada praktik nyata di lapangan, seperti pemetaan potensi desa dan pembentukan desa tematik: desa padi, desa cabai, desa tomat, desa peternakan ayam petelur, dan lainnya, sesuai arahan Ustadz Adi Hidayat dan Mendes Yandri Susanto.

“Program ini bukan sekadar membuka lapangan kerja, tapi menciptakan ekosistem desa di mana setiap warga terlibat aktif dalam kegiatan produktif. Ini bukan duet maut, tapi duet hidup,” tegas Ustadz Adi Hidayat dengan semangat kolaboratif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X