Baca Juga: Merawat Iklim Dunia Usaha di Banten: Antara Harapan Investor dan Peran Pemerintah Daerah
Menurutnya, rute seperti Serang–Jakarta memiliki volume pergerakan yang tinggi, sehingga membutuhkan sistem transportasi massal yang andal dan terintegrasi.
“Interkonektivitas antara Serang dan sekitarnya, termasuk koneksi ke Jakarta, sangat dibutuhkan. Ini akan sangat membantu mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan,” tegasnya.
Dishub Banten Fokus pada Dua Skema Layanan
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo menambahkan bahwa penjajakan dengan DAMRI mencakup dua skema utama: transportasi dalam kota dan konektivitas antarkota.
Layanan transportasi dalam kota akan difokuskan di Kota Serang sebagai percontohan awal, sementara konektivitas antarkota akan menghubungkan Serang dengan Jakarta.
"Konsep ini mirip seperti Trans Banten untuk dalam kota. Harapannya, dalam waktu dekat, kami bisa masuk tahap pembahasan teknis dan implementasi awal," ujar Tri.
Menuju Transportasi Publik yang Inklusif dan Berkelanjutan
Langkah Pemprov Banten ini sejalan dengan visi nasional dalam membangun sistem transportasi publik yang inklusif, berkelanjutan, dan mendukung pengembangan wilayah.
Dengan pendekatan kolaboratif bersama BUMN seperti DAMRI, Provinsi Banten berupaya memastikan layanan transportasi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar, pekerja, dan pelaku usaha mikro.
(***)
Artikel Terkait
Bupati Pandeglang Serahkan SK CPNS Formasi 2024: Dorong Inovasi dan Integritas ASN Muda
Kegiatan Multi Lomba Tingkat Rayon 1 Pandeglang: Ajang Strategis Gali Potensi Siswa Pandeglang Lewat Seni, Sains, dan Agama
TPA Cipeucang Overcapacity, Sampah Menumpuk di Pasar Cantik Ciputat: Solusi Mendesak dan Jangka Panjang Diperlukan
Haji Kabupaten Serang Kloter 37 Diberangkatkan: 393 Jamaah Siap Tunaikan Rukun Islam Kelima
Forwat Gelar Aksi di Depan Pemkot Tangsel: Desak Penegakan Hukum atas Intimidasi Wartawan oleh Oknum Satpol PP