Baca Juga: Membangun kemandirian pangan dari nol, AKP Hari Rahmat ubah lahan terlantar menjadi kolam lele
“Mari jadikan panen ini sebagai simbol harapan dan tekad kita bersama dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan dari desa,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi petani mengenai praktik budidaya jagung pulut yang baik, termasuk pengelolaan hasil panen, pascapanen, dan akses pasar.
Dampak Langsung terhadap Petani Lokal
Salah satu petani Desa Kaliasin mengungkapkan bahwa budidaya jagung pulut memberikan hasil yang menjanjikan dibandingkan tanaman palawija biasa.
Baca Juga: Tragedi di Apartemen: Seorang Pria Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Masih Selidiki Penyebab
“Permintaannya tinggi dan harganya bagus. Harapan kami ke depan bisa diperluas lagi lahan tanamnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah pun menyatakan akan terus mendukung dari sisi pembinaan, distribusi benih unggul, hingga penguatan pasar, agar jagung pulut dapat menjadi pilar utama dalam roadmap ketahanan pangan Kabupaten Tangerang.
(***)
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Kecewa: Dugaan Penghalangan Aksi Solidaritas di SMK Waskito Ciputat
Wakil Wali Kota Tangsel Panggil Pihak Sekolah Terkait Kasus Pencabulan di SMK Swasta Ciputat
Pemkot Tangsel Tegaskan Komitmen Lindungi Korban Kekerasan Seksual, Pilar Saga Kunjungi Siswi Korban Pelecehan
Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Halal Bihalal Bakor Paliko 2025
Cerita Haru Penjual Bakso Asal Rembang Naik Haji 2025: 27 Tahun Menabung dari Gerobak ke Tanah Suci