Baca Juga: Baznas Bangun Kesejahteraan Warga Tangsel Lewat Program Terpadu: Pendidikan hingga Ekonomi
Hal ini menjadi peluang besar untuk membentuk generasi yang lebih baik melalui pelatihan keterampilan.
“Tujuan pemasyarakatan tidak hanya hukuman, tetapi pemulihan hubungan dengan Tuhan, keluarga, dan masyarakat. Dengan keahlian, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih berguna setelah bebas,” tegas Marthen.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Serang yang telah merespons arahan dari Ditjen Pemasyarakatan untuk memberdayakan warga binaan, bukan hanya sebagai tahanan, tetapi sebagai manusia yang berpotensi bangkit dan sukses.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau Langsung Perbaikan Jalan Cangkudu–Cisoka, Prioritaskan Keselamatan Warga
Program ini menunjukkan bahwa Pemkab Serang tidak memandang sebelah mata eksistensi warga binaan.
Dengan pendekatan kolaboratif, humanis, dan berorientasi pada masa depan, inisiatif ini menjadi model pemulihan sosial yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain.
Selain mendukung aspek kemanusiaan, program ini juga mencerminkan strategi pembangunan daerah berbasis inklusivitas dan pengurangan risiko residivisme melalui pemberdayaan ekonomi.
Sebagaimana ditegaskan oleh Bupati Tatu, “Intinya, kami ingin warga binaan percaya diri, mandiri, dan tidak lagi merasa terasing saat kembali ke tengah masyarakat.” (***)
Artikel Terkait
Gerebek Posyandu di Kecamatan Jambe, Langkah Konkret Cegah Stunting dari Hulu
DKCTR Tangsel akan Revitalisasi 20 Gedung Sekolah di Tangsel Senilai Rp184 Miliar, Siap Dimulai Juni 2025
Polisi Bubarkan Aksi Premanisme Mafia Tanah di Ciputat: Sengketa Lelang Jadi Pemicu Intimidasi
Wakil Bupati Tangerang Pimpin Apel Pagi, Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Pelayanan Tanpa Diskriminasi
Memperkuat Transparansi Desa: Ratusan Anggota BPD Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Pengawasan Keuangan