Macet Mudik Lebaran Bisa Teratasi, WFA dan Rekayasa Lalu Lintas Jadi Solusi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 26 Maret 2025 | 20:03 WIB
Potret Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho yang menjelaskan tentang penerapan one way nasional. (Korlantas.polri.go.id)
Potret Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho yang menjelaskan tentang penerapan one way nasional. (Korlantas.polri.go.id)

Bidiktangsel.com – Pemerintah terus berupaya mengurangi kemacetan saat arus mudik Lebaran 2025.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 24–27 Maret 2025.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No. 2/2025, yang bertujuan untuk mengurai lonjakan pemudik di jalan raya sebelum hari H Lebaran.

Baca Juga: Pelaku Usaha Curang Ubah Beras Medium Jadi Premium, Mentan Beri Peringatan Keras

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa kemacetan saat mudik, terutama di Pulau Jawa, harus dikendalikan dengan strategi efektif.

“Macet bahkan di mana-mana, terutama di Jawa, oleh karena itu, akan dilaksanakan working from anywhere, WFA,” ujarnya dalam rapat pengendalian inflasi yang disiarkan daring pada 10 Maret 2025.

Senada dengan itu, Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyebutkan bahwa kebijakan WFA dapat mengurangi kepadatan kendaraan, terutama di jalur utama mudik.

Baca Juga: Mudik Gratis 2025 di Banten: Ribuan Pemudik Diberangkatkan ke Berbagai Daerah

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Jasa Marga akan menerapkan skema contra flow dan one way nasional untuk mengoptimalkan arus lalu lintas.

“Kalau volume kendaraan di KM 50 mencapai 5.500 unit, kami akan mulai contra flow satu lajur. Jika meningkat menjadi 6.400 kendaraan per jam secara berturut-turut, maka akan diberlakukan contra flow dua lajur. Bila mencapai 7.400 kendaraan per jam, kami bisa menambah hingga tiga lajur,” jelas Agus dalam rapat koordinasi di Jasa Marga Tollroad Command Center pada 25 Maret 2025.

Selain itu, Agus menyebutkan bahwa pembatasan kendaraan bertonase besar, seperti truk sumbu tiga ke atas, juga akan membantu kelancaran arus mudik.

Baca Juga: Bupati Serang Sampaikan LKPJ 2024: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pengangguran Menurun

“Tergantung traffic-nya ya, karena dengan WFA, beberapa kendaraan pribadi sudah mulai mengalir ke Jawa lebih awal,” ujarnya.

Saat ini, data menunjukkan bahwa arus kendaraan menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak serta arus kendaraan di jalur Trans-Jawa sudah mengalami pergeseran hingga 30 persen lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X