Pemkot Tangerang Perkuat Strategi Menuju Ending AIDS 2030

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 26 Februari 2025 | 16:53 WIB

Kota Tangerang, bidiktangsel.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menunjukkan komitmennya dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) guna mewujudkan target Ending AIDS 2030.

Sebagai langkah strategis, Pemkot Tangerang menggelar koordinasi lintas sektor untuk validasi data bersama komunitas dan organisasi masyarakat sipil.

Hal ini bertujuan memastikan efektivitas program, keakuratan data, serta perumusan strategi yang lebih optimal untuk tahun 2025.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Tera Terpadu Jelang Ramadan

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa validasi data yang akurat sangat penting dalam mengevaluasi program yang telah berjalan.

"Dengan data yang valid, kita dapat melakukan analisis menyeluruh terhadap capaian program, meningkatkan efektivitas pencegahan, serta mengoptimalkan layanan bagi orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Tangerang," ujar dr. Dini, Rabu (26/2/2025).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas dan organisasi masyarakat sipil (CSO) dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas stigma bagi ODHIV.

Baca Juga: Galakkan Program Keluarga Berintegritas dan Dunia Usaha Antikorupsi, Pemkot Tangsel dan KPK Beri Edukasi

"Sinergi antara pemerintah dan komunitas sangat diperlukan untuk menekan angka penularan HIV serta memastikan masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang lebih baik," tambahnya.

Saat ini, Pemkot Tangerang melalui 39 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah terus berupaya meningkatkan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

Berbagai langkah strategis juga diterapkan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, serta sinergi antar pemangku kepentingan guna mendukung Ending AIDS 2030.

Baca Juga: Aviary Park Indonesia Resmi Jadi Pusat Konservasi Satwa di Tangsel

Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV juga menjadi fokus utama.

"Kami akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya dukungan fisik, psikis, dan sosial bagi mereka yang hidup dengan HIV. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan juga harus didorong agar mereka dapat menjalani hidup lebih sehat dan produktif," pungkas dr. Dini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X