Festival Harmoni Tirtayasa Ajakan KKN Mahasiswa UGM Kenali dan Rawat Budaya Kabupaten Serang

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 5 Februari 2025 | 17:25 WIB

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Periode IV Tahun 2024 bekerjasama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang menggelar Festival Harmoni Tirtayasa di Desa Wisata Bumi Tirtayasa Kecamatan Tirtayasa pada Rabu, 5 Februari 2025.

Sebagai upaya, untuk mengajak anak usia ini sampai masyarakat secara umum untuk mengenali dan merawat budaya yang dimiliki Kabupaten Serang yakni Silat Kaserangan yang digagas oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Tari Ringkang Jawari.

Baca Juga: Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun Apresiasi Panitia Pelaksana HPN 2025 di Banjarmasin

Festival Harmoni Tirtayasa sekaligus Penarikan KKN PPM Mahasiswa UGM Yogyakarta yang dimulai sejak 20 Desember 2024 sampai 7 Februari 2025 di dua titik yakni Desa Tengkurak dan Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa.

Secara simbolis pelepasan rompi KKN diganti dengan almamater UGM bagi 2 mahasiswa oleh Asisten Daerah (Asda) 1 Setda Kabupaten Serang, Haryadi.

Asda 1 Setda Kabupaten Serang, Haryadi mengatakan Festival Harmoni Tirtayasa dalam rangka untuk menarik simpati masyarakat terkait dengan tempat pariwisata Desa Bumi Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa dengan menampilkan seni budaya Silat Kaserangan dan Tari Ringkang Jawari.

Baca Juga: Korupsi Pengelolaan Sampah Rp75 Miliar di Tangsel, LBH Keadilan: Usut Semua Pejabat yang Terlibat!

Kegiatan saat ini pun sekaligus penarikan KKN PPM UGM yang berlangsung sejak Desember 2024.

”Potensi desa-desa wisata ini terus kita kembangkan. Kita berharap KKN Mahasiswa UGM bukan hanya di wilayah Tirtayasa, karena kita punya desa wisata banyak supaya nanti bisa di arahkan di wilayah Serang Selatan yaitu desa wisata alam,”ujarnya.

Menurut Haryadi, dengan adanya KKN Mahasiswa UGM dengan menggelar berbagai kegiatan seperti saat ini tentunya berdampak akan banyaknya kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata di Kabupaten Serang. di sisi lainnya dampaknya juga terhadap pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Baca Juga: DJP Perbarui Implementasi Coretax: Kemudahan dalam Bukti Potong, Faktur Pajak, dan Surat Teguran

”Manakala banyak kunjungan wisatawan baik dari dalam dan luar Kabupatan Serang dampaknya meningkatkan roda perekonomian khususnya para pelaku UMKM,”terangnya.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM Mahasiswa UGM, Sudaryatno mengatakan hal positif pada Festival Harmoni Tirtayasa yang dilakukan mahasiswa KKN saat ini ada workshop tentang Silat Kaserangan dan Tari Ringkang Jawari.

”Tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan budaya itu sejak usia dini dan pada masyarakat secara umum, supaya nanti mereka mau untuk merawat budaya yang dimiliki Kabupaten Serang,”ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X