Ia menambahkan bahwa program Collaboration Quality Improvement (QIC) telah berhasil diterapkan di wilayah utara Kabupaten Tangerang.
Program ini melibatkan kolaborasi antara 4 rumah sakit dengan 9 puskesmas, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
"Ke depan, kami berharap kolaborasi ini akan meluas dengan melibatkan klinik utama dan praktik mandiri bidan, untuk memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir," imbuh Muchlis.
Baca Juga: Capacity Building Perkuat Peran Operator Media Sosial Pemkab Tangerang
Harapan untuk Ibu Hamil dan Universal Health Coverage (UHC)
Muchlis juga mengimbau agar ibu hamil secara rutin melakukan pengecekan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan.
Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk segera mengurus data kependudukan demi memudahkan akses layanan kesehatan.
"Dengan program Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencakup 100 persen di Kabupaten Tangerang, kami berharap semua biaya kesehatan ibu dan bayi dapat ditanggung oleh Pemerintah Daerah," tutupnya. (***)
Artikel Terkait
Saat Ini Angka Stunting di Tangsel ter Sisa 9,2 Persen
Pjs Wali Kota Tangsel: Mengingatkan ASN Agar Bersikap Netral dan Tidak Terlibat Politik Praktis
Sorotan Warga terhadap Proyek Drainase di Jalan Bonjol, Pondok Karya yang Dinilai Asal-Asalan
Progres Capai 98 Persen, Pemkot Tangsel Perbaiki Jalan Raya Villa Pamulang
Kabupaten Tangerang Melaju ke Empat Besar Nominasi UNESCO Creative Cities Network 2025 dengan Produk Kerajinan Bambu