Pusat Industri Kreatif Bambu yang Mendunia: Dari Sejarah Hingga Inovasi di Era Globalisasi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 16 September 2024 | 18:51 WIB
Kerajinan bambu tidak hanya sebatas topi. Kesenian rakyat di Kabupaten Tangerang juga memanfaatkan bambu dalam pembuatan alat musik.
Kerajinan bambu tidak hanya sebatas topi. Kesenian rakyat di Kabupaten Tangerang juga memanfaatkan bambu dalam pembuatan alat musik.

Tangerang, bidiktangsel.com - Kabupaten Tangerang kini semakin dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif yang didukung oleh berbagai faktor seperti keberadaan kreasi unik, produk unggulan, komunitas kreatif, serta event-event inovatif.

Salah satu sektor industri kreatif yang telah lama melekat dalam sejarah daerah ini adalah kerajinan berbasis bambu.

Baca Juga: Fokus Penyusunan Permenkes Pelayanan Kefarmasian yang Berkualitas dan Merata

Bambu bukan hanya bagian dari lingkungan alam Kabupaten Tangerang, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakatnya.

Kabupaten ini dikenal dengan kerajinan tradisional dan kesenian rakyat yang memanfaatkan bambu sebagai bahan utama.

Salah satu produk ikonik yang lahir dari tangan kreatif masyarakat Tangerang adalah topi bambu, yang telah mengakar sejak abad ke-19.

Sejarah topi bambu di Tangerang berawal dari kedatangan seorang saudagar asal Cina pada abad ke-19 yang datang dari Manila, Filipina, untuk memperluas bisnisnya.

Baca Juga: Kembangkan Potensi Lokal, Disperpusip Kabupaten Tangerang Gelar Lomba Baca Puisi untuk Pelajar SMP dan SD

Namun, setelah melihat melimpahnya bahan baku seperti bambu dan serat pandan di tanah Jawa, ia mengubah rencana.

Saudagar tersebut memutuskan untuk memperkenalkan topi bambu kepada penduduk lokal.

Produksi topi bambu kemudian berkembang pesat, melibatkan masyarakat setempat, baik tua maupun muda.

Sejak tahun 1880-an, topi bambu telah menjadi simbol kebanggaan Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Bedah Buku Disperpusip Kabupaten Tangerang: Menginspirasi Pemuda dan Mengangkat Sejarah Nasional

Bahkan, pada masa penjajahan Belanda, topi ini diekspor hingga Eropa dan Amerika Latin, menjadi salah satu produk unggulan yang digunakan oleh tentara Koninklijke Nederlands-Indisch Leger (KNIL).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X