Selain memberikan manfaat agronomis, inovasi PGPR akar bambu ini juga berdampak positif terhadap penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tangerang.
Dengan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan pestisida, PGPR menjadi solusi yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dalam praktik pertanian.
Produk PGPR ini kemudian didistribusikan kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani setempat, serta diperkenalkan lebih luas melalui komunitas penyuluh swadaya.
Baca Juga: PPP Tangsel Resmi Dukung Benyamin Davnie Pilar Saga Ichsan di Pilkada 2024
Secara keseluruhan, inovasi PGPR dari akar bambu di Kabupaten Tangerang tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Melalui teknologi ramah lingkungan ini, Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan di masa mendatang. (***)
Artikel Terkait
Pemkot Tangerang Selatan Raih Penghargaan Universal Health Coverage 2024 dari BPJS Kesehatan
Panen Jagung Pulut di Ciputat: Edukasi Pertanian dan Agrowisata di Tangerang Selatan
Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Bantah Isu Lansia Tidak Memiliki KIS dan BPJS, Pastikan Kepesertaan Aktif
Kemeriahan HUT ke 79 RI di Setu: Wali Kota Tangsel Ajak Masyarakat Semarakkan Peringatan Kemerdekaan
KPU Tangsel Gelar Rapat Pleno Terbuka DPS Pilkada 2024, Benyamin Davnie Hadir Berikan Dukungan