Serang, bidiktangsel.com - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Provinsi Banten menunjukkan hasil yang menggembirakan hingga 31 Mei 2024.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp727,78 miliar, melampaui target 66,90% dan meningkat 11,57% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian positif ini ditopang oleh beberapa sektor, seperti Pendapatan Pelayanan Pertanahan, Jasa Kepelabuhanan, Pendapatan Paspor, Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan, dan Jasa Pelayanan Rumah Sakit.
Baca Juga: Kinerja APBN Provinsi Banten Triwulan II 2024: Pertumbuhan Positif di Tengah Pemulihan Ekonomi
Di sisi belanja negara, realisasi mencapai Rp10,76 triliun atau 38,85% dari pagu, tumbuh 17,28% dibandingkan tahun 2023. Belanja terbesar berasal dari Belanja TKD (Transfer Ke Daerah) sebesar Rp7,01 triliun dan Belanja K/L (Kementerian/Lembaga) sebesar Rp3,75 triliun.
"Semua jenis Belanja K/L di Provinsi Banten mengalami pertumbuhan positif, kecuali belanja modal yang mengalami kontraksi 37,71%," ujar Suska, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Banten.
Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya pagu belanja modal pada Satuan Kerja (Satker) tertentu di tahun 2024.
Fungsi Pelayanan Umum menunjukkan kinerja realisasi belanja K/L tertinggi, yaitu 59,26%, didorong oleh pelaksanaan tahapan Pemilu 2024.
Terkait hibah, 22 hibah telah diterima Satuan Kerja Vertikal (SKV) dengan total nilai Rp83,89 miliar. Dana ini digunakan untuk menunjang kegiatan pengamanan pilkada dan operasional SKV.
Baca Juga: Jemaah Haji Pandeglang Kloter 15 Tiba di Tanah Air, Bupati Pandeglang Sampaikan Pesan Penting
Penyaluran Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp7,01 triliun atau 39,59% dari total alokasi, tumbuh 17,97%.
Semua jenis TKD mengalami pertumbuhan positif, kecuali Dana Insentif Fiskal yang baru tersalur 5,30% dari pagu dan mengalami kontraksi 41,69% dibandingkan tahun 2023. Penyaluran Dana Insentif Fiskal diprediksi akan meningkat pada Juni 2024.
Kementerian Keuangan juga fokus mengawal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro (UMi) yang mengalami pertumbuhan positif masing-masing 26,30% dan 4,27%.
Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan penyaluran KUR dan UMi terbesar, yaitu Rp633,99 miliar dan Rp45,26 miliar.
Artikel Terkait
244 Kades di Kabupaten Tangerang Resmi Diperpanjang Masa Jabatannya
Festival Usaha Mikro Meriahkan Pesta Rakyat Pesisir di Ketapang Urban Aquaculture
Wali Kota Tangerang Selatan Resmikan Gedung Baru SMPN 7 Tangsel , Ada32 Ruang Kelas Baru
Pemerintah Kota Tangerang Selatan Gelar Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2024
Inspirator Pengolahan Sampah dan Pemenang Penghargaan Bergengsi, Kampung Darling Sudimara Jaya