Kota Tangerang, bidiktangsel.com - Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, menggelar dialog kembali dengan para pedagang barang komoditas kering, seperti pakaian, tas, sepatu, dan lainnya, di Aula Kecamatan Tangerang pada hari Sabtu (16/3).
Tujuan dialog ini adalah untuk membahas relokasi pedagang dari Pasar Anyar ke beberapa lokasi alternatif, termasuk Mal Metropolis, Plaza Shinta, Pasar Mambo, dan Pasar Anyar Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Pj Wali Kota Tangerang kembali menegaskan pentingnya bagi pedagang Pasar Anyar yang belum pindah untuk segera melakukan relokasi ke lokasi yang telah disediakan.
Baca Juga: Pemprov Banten Dukung PTQ ke 54 RRI Banten: Mencari Bakat Muda dan Memupuk Cinta Al-Qur'an
Meskipun Pemkot telah berupaya menyediakan lokasi relokasi yang lebih dekat, masih terdapat penolakan dari sebagian pedagang.
"Kami telah berusaha keras untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas di lokasi relokasi," ungkap Dr. Nurdin.
Jika ada pedagang yang enggan relokasi ke Pasar Mambo sesuai permintaan mereka, lanjut Nurdin, mereka akan diarahkan ke lokasi lain seperti Metropolis dan Plaza Shinta.
"Pada saat dialog, para pedagang menginginkan relokasi ke Pasar Mambo yang dekat dengan Pasar Anyar, namun mereka menyatakan bahwa lokasi tersebut terlalu sempit," jelas Pj Wali Kota Tangerang.
Pj Wali Kota Tangerang juga menginformasikan bahwa lokasi relokasi di Metropolis diprediksi akan ramai dikunjungi oleh konsumen karena akan dilalui oleh Angkutan Kota (Angkot) dalam waktu dekat.
"Saya telah mengunjungi Metropolis untuk melihat kondisi pedagang Pasar Anyar yang sudah pindah ke sana. Saya mendengar masukan dari pedagang mengenai kebutuhan jalur Angkot agar konsumen dapat lebih mudah mencapai lokasi. Saya telah meminta Dinas Perhubungan untuk segera merealisasikannya, rencananya minggu depan," tambah Pj Wali Kota Tangerang.
Selain itu, mantan Kepala Pusdatin Kemendagri ini juga memberikan klarifikasi terkait retribusi dan biaya operasional di lokasi relokasi (Metropolis).
"Saya telah memverifikasi langsung dan tidak ada kenaikan retribusi. Retribusi di lokasi relokasi tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku di Pasar Anyar. Biaya tambahan mungkin timbul akibat penggunaan listrik dan air, yang akan bervariasi tergantung pada kebutuhan masing-masing pedagang," terangnya.
Baca Juga: Banjir Kali Sabi: Pj Bupati Tangerang Minta Dorongan DPR RI untuk Normalisasi
Artikel Terkait
Pj Wali Kota Tangerang Ajak Masyarakat Bangun Tangerang Bersama, Bagikan Santunan 100 Anak Yatim
Satpol PP Kota Tangerang Siaga 24 Jam Jaga Keamanan Selama Ramadan
Mudik Gratis Lebaran 2024 Telah Dibuka! Kembali ke Kampung Halaman dengan Nyaman bersama Pemkot Tangsel
Reaktivasi Jalur KA Lebak Pandeglang Terus Diperjuangkan Bupati Irna
Kampanye Ayo Makan Seafood: Edukasi Gizi Seimbang dan Omega 3 untuk Anak Sekolah