Kota Serang, bidiktangsel.com - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar meresmikan Penunjang Layanan dan Teaching Hospital di RSUD Banten, Kamis (25/1/2024).
Peresmian ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Banten.
Pj Gubernur Al Muktabar mengungkapkan, pembentukan kawasan penunjang teaching hospital ini merupakan daya dukung yang dilakukan Pemprov Banten dalam rangka menyiapkan SDM kesehatan saat ini dan yang akan datang.
"Paling tidak kita konsen pada penanganan lima penyakit utama seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak dan kanker. Begitu juga dengan jenis-jeni penyakit lainnya, kita juga terus tingkatkan pelayanan dan fasilitasnya," ujarnya.
Baca Juga: Pj Wali Kota Tangerang Apresiasi RS Karang Tengah Medika Hadirkan Layanan Imunoterapi Nusantara
Koass atau ko-asisten sendiri merupakan seorang mahasiswa yang masih dalam tahap pendidikan dalam memenuhi kompetensi sebelum dinyatakan sebagai seorang dokter.
Saat ini, sudah ada dua perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemprov Banten, Fakultas Kedokteran Untirta Serang dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).
Al Muktabar melanjutkan, ke depan berbagai fasilitas penunjang lainnya akan terus dilengkapi guna memperkuat proses edukasi serta yang utama juga untuk penanganan masyarakat Banten yang berobat ke RSUD Banten.
"Tadi juga kita melihat berbagai peralatan terbarunya seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) CT Scan serta peralatan penunjang lainnya. Kedepan tentu ini akan terus kita lengkapi," ucapnya.
Al Muktabar menambahkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten juga tengah melakukan Pembangunan RS Adhyaksa, dimana itu diharapkan bisa menjadi RS Health Tourism atau RS yang berbasis wisata juga.
Baca Juga: Wabup Pandeglang: Optimalkan Literasi Digital untuk Meningkatkan Pelayanan Publik
"Untuk itu kita juga dorong perbaikan infrastruktur sebagai daya dukung penunjang RS Adhyaksa itu," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menambahkan, banyak fasilitas penunjang di dalam Kawasan ini, seperti untuk penunjang teaching hospital disiapkan ruang belajar yang representatif, auditorium, perpustakaan, ruang arsip serta fasilitas mess putra dan putri yang sedang melaksanakan Koass.
"Kita sudah bisa menerima para calon dokter umum dan spesialis untuk melakukan praktik di sini yang biasanya itu selama dua tahun. Termasuk juga, kata Ati, ada tambahan ruang duka atau otopsi bagi Koass dokter spesialis forensik," ujarnya.
Artikel Terkait
Jokowi Saksikan Serah Terima Pesawat Super Hercules dan Helikopter Modern untuk TNI: Kemandirian Pertahanan Indonesia!
Program Doremifasolasido, Senjata Baru Tangerang Selatan Lawan Stunting Lewat Remaja Putri
Stunting? Bukan Masalah Lagi di Kadu Agung, Ada "Olahan MP ASI"
Kota Tangerang, Duta Remaja Antianemia, Senjata Lawan Stunting
Pemkot Tangerang Gelar Konsolidasi Data SPSE Dorong Percepatan Penyerapan APBD 2024