“Nah, rata-rata pengunjung di TBM dan Pocadi ini adalah anak-anak, mulai dari tingkatan TK, SD, hingga SMP. Meskipun ada pula yang sudah dewasa. Alhamdulillah animo masyarakat selalu tinggi,” katanya.
Puji Astuti menambahkan, demi memompa semangat warga dan petugas TBM di berbagai wilayah di Surabaya, maka Dispusip menggelar sejumlah event, ada acara harmoni literasi yang kompetisinya tingkat wilayah atau antar TBM satu wilayah. Selain itu, ada pula Festival Budaya yang merupakan event untuk menampilkan karya-karya terbaik dari berbagai wilayah.
“Melalui berbagai cara ini, kami berharap minat baca di Kota Surabaya terus meningkat dan budaya literasi terus lestari, dan yang paling penting anak-anak Surabaya tidak kecanduan dengan gadget,” pungkasnya.