Hingga saat ini juga YDBA telah menjalin hubungan yang sangat erat dalam pembinaan UMKM dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, antara lain Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kementerian Perindustrian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Keuangan. Semangat tersebut tentu dilakukan untuk mendukung cita-cita Astra “Sejahtera Bersama Bangsa”.
Syukuran HUT YDBA dihadiri oleh Direktur Astra yang juga Ketua Pembina YDBA Gita Tiffany Boer; Ketua Pengawas YDBA Lina Djafar; Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala dan anggota pengurus lainnya; Advisor YDBA Tonny Sumartono; Wakil Direktur I Politeknik Astra Tonny Pongoh dan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra - Michael D. Ruslim (YPA-MDR), Herawati Prasetyo.
“Astra melalui YDBA terus berupaya menjalankan perannya sejalan dengan cita-cita Astra “Sejahtera Bersama Bangsa” dan butir pertama Catur Dharma Astra, yakni menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Astra mendirikan YDBA dengan harapan, dapat menjadi pohon yang rindang bagi UMKM yang berteduh di bawahnya”, ujar Gita Tiffany Boer dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan, hingga saat ini Astra yang genap berusia 65 tahun, telah berkontribusi untuk masyarakat dan bangsa. Filosofi Catur Dharma Astra selalu berfokus pada penguatan kontribusi Astra kepada masyarakat dan bangsa. YDBA menjadi bagian dari kontribusi sosial berkelanjutan Astra, khususnya Astra untuk Indonesia Kreatif yang diharapkan dapat terus mendukung UMKM Indonesia dalam mengembangkan usahanya.
Kontribusi YDBA dalam membina UMKM merupakan bagian dari Community Development, aspirasi ke-9 dari Astra 2030 Sustainability Aspirations. Melalui Community Development, Astra bercita-cita untuk menjangkau 2,5 juta orang pada 2030 melalui pembinaan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan guna meningkatkan kontribusi Astra terhadap pembangunan dan pertumbuhan Indonesia.
Melalui program pembinaan YDBA, Astra telah memberikan pembinaan kepada lebih dari 12.000 UMKM di bidang manufaktur, bengkel, kerajinan & kuliner serta pertanian dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 71.522 orang. (***)