Ramon Damora: Puisi Itu Bahasa Peradaban

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Senin, 7 Februari 2022 | 15:41 WIB

Konsep baca puisi multimedia dipilih karena selaras dengan semangat era digital. Peserta, yang terdiri dari perorangan atau kelompok beranggotakan maksimal tiga orang, diberi keleluasaan untuk membacakan puisinya menggunakan medium pendukung artistik-estetik lebih dari satu media seperti musik, tari, seni rupa, sinematografi kreatif, dll, yang direkam dalam video berdurasi maksimal 5 menit.

Kelima video finalis terpilih adalah Sri Ayu Pradya Larasari, I Bagus Wijna, Kadek Suartaya (Bali), Putra Rido Ilahi, Tarmizi Hamdan Febrian, Zulfikri (Sumatera Barat), Hasna Rafida, Raden Muhammad Pradana (Jawa Timur), Komunitas Seni Rumah Sunting (Riau), dan Qori Islami, Syah Fitra Harahap, Rahmadi (Universitas Padjajaran, Bandung).

Kelima finalis ini akan berjibaku pada malam final lomba baca pusii multimedia di Panggung Hiburan Tugu MTQ, Kendari, Selasa (8/2/2022) malam. Kelima finalis ini akan berebut posisi terbaik pertama, kedua, ketiga hingga kelima dengan hadiah masing-masing Rp. 10 juta (juara pertama), 7 juta (peringkat kedua), 5 juta (peringkat ketiga) dan harapan 1 dan 2 masing-masing menerima 1,5 juta.

Sementara 5 video favorit yang diraih Iyut Fitra (Sumatera Barat), Khoirurrahman (Yogyakarta), Samson Rambah Pasir (Kepulauan Riau), Margaretta Bine Kedang (Nusa Tenggara Timur), dan M Akbar Milu (UKM Seni IAIN Kendari). Para pemenang video favorit ini berhak atas hadiah uang tunai masing-masing Rp. 500 ribu.

“Semua finalis sudah kami hadirkan di Kendari sejak hari ini (7 Februari) untuk mengikuti gladi resik di lokasi dan siap berlomba keesokan harinya,” jelas Ramon Damora. (Red)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X