In Memoriam Margiono

photo author
Administrator, Bidik Tangsel
- Selasa, 1 Februari 2022 | 13:47 WIB

Setelah itu kami sering bertemu. Margiono dipilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat dalam Kongres PWI di Banda Aceh, Juli 2008. Saat itu, saya Ketua Panitia Pusat kongres.

Pembawaanya selalu tenang dengan canda segar. Setiap Hari Pers Nasional (HPN) saat memimpin PWI, pidato Margiono di hadapan Presiden RI dan undangan, selalu segar dengan candaan. MG tidak pernah menggunakan teks dalam setiap pidatonya. Ini mungkin karena kebiasaannya, selain sebagai wartawan, juga seorang dalang wayang kulit.

Soal tanpa teks pudato ini, saya mengalami sedikit persoalan. Setelah terpilih sebagai Ketua Umum PWI di Banda Aceh, Presiden SBY akan menerima semua peserta kongres di Istana. Sebagai ketua panitia, saya berkali-kali dihubungi Sekretariat Nagera meminta dikirimkan teks pidato MG. Saya sampaikan ke MG, namun sampai malam teks pidato tidak juga muncul. Akhirnya, atas persetujuan MG, saya buat sendiri.

Dan, saat acara siangnya, MG tetap pidato tanpa teks, yang tentu beda yang disampaikannya dengan yang saya buat. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Ini bagian dari banyak kenangan indah dengan MG.

Pergilah sahabat, kami pun sedang menunggu waktu tiba.

Semoga Allah melapangkan jalannya menuju Jannatun Naim. Aamiin yaa Robbal'Alamin..

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X