“Surplus perdagangan bulan Oktober 2021 ini melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020 dan merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan neraca tersebut ditopang pertumbuhan ekspor yang tinggi, bahkan ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.
“Satu lagi,” katanya. “Kita harus mencitai produk dalam negeri. Saya 100 persen Indonesia. Dari kepala hingga ujung kaki, saya gunakan produk Indonesia. Kemeja saya Batik dalam negeri. Jam tangan hingga cepatu semua buatan dalam negeri. Saya pro buatan Indonesia. Ini tidak sekedar slogan. Ini kongkrit. Saya tidak akan bosan kampanyekan ini,” kata Jerry sembari membuka sepatunya dan memperlihatkannya.
Sementara Ketua Umum APRINDO, Roy Nicolaus Mandey saat opening speech mengungkapkan bahwa peringatan Hari Ritel Nasional ditetapkan sebagai tanda kebangkitan Ritel Indonesia yang ditandai dengan terbentuknya APRINDO tahun 1994, 27 tahun silam oleh para founding fathers riteler.
“Hari ini, historical APRINDO. Maknanya dihari ritel hari ini adalah spirit untuk bangkit. Membangkitkan semangat di tengah pandemi. Membangiitkan produk dalam negeri. Jadi, peringatan HRN kali ini, membangkitkan semangat domestic,” kata Roy Mandey.
Harapannya, katanya, HRN dapat menjadi menjadi legacy APRINDO, untuk memberi kekuatan dan arti bagi perekonomian dan produk bangsa.
Sebelumnya, Ketua Panitia HRN II 2021, Setyadi Surya melaporkan, rangkaian kegiatan HRN tahun 2021 diikuti ratusan UMKM dan diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya Webinar series, bazar online dan forum bisnis yang masih akan berlangsung hingga akhir Desember 2021. Selain itu, pemberian apresiasi bagi UMKM terbaik, pemberian KUR sebagai komitmen Aprindo, dan pemberian penghargaan kepada Pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalis HRN II 2021, masing-masing kepada Lukita (Harian Kompas), Wilson Lumi (Cahaya Siang) dan Hendra (Berita Satu). ***