- Anamnesis: keadaan medis yang dimiliki, riwayat seksual, riwayat ginekologi, riwayat terapi hormon,riwayat pengobatan, status.
- Pemeriksaan fisik: pemeriksaan umum, pemeriksaan pelvis dan genital , Q-tip testing, vulvoscopy.
- Pemeriksaan penunjang: tes darah untuk memastikan penyakit lain (DM, tiroid), pemeriksaan pH pada vagina, profil hormone (Estrogen, TSH, prolactin, testosterone), USG Doppler untuk memeriksa aliran darah genital.
Melalui kehadiran layanan terbaru ini, diharapkan masyarakat yang memiliki masalah gangguan seksual tidak malu atau takut untuk datang ke dokter akan keluhan disfungsi seksual tersebut. Karena disfungsi seksual memerlukan penatalak sanaan komprehensif yang tentunya akan memperbaiki kualitas hidup pasien.