Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Minggu, 29 Agustus 2021 | 14:52 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com - Potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sangatlah besar. Masih banyak ruang di  sektor tersebut yang dapat terus dioptimalkan. Namun salah satu tantangan pengembangan sektor tersebut ialah masih rendah nya tingkat literasi ekonomi syariah dan iklusi keuangan syariah di Indonesia, Minggu (29/8/2021).

Menanggapi situasi tersebut, Muamalat Institute (MI) bersama Otaritas Jasa Keuangan (OJK) membuat terobosan untuk membuat literasi, dengan mengunakan konsep kekinian dengan mengunakan pendekatan mutimedia dan digital. Intuk memulainya, diadakan Seminar Nasional bertajuk “Literasi Keuangan Syariah di Era Digital” dan Launching Gerakan Literasi Syariah (GEULIS)

Seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan tingkat literasi dengan konten yang inovatif, dalam membahas ekonomi dan keuangan syariah secara mudah. Dan juga dapat menambah khazanah bahan bacaan, di Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tersebar di Indonesia,

Acara ini digelar secara virtual oleh MI, Bank Muamalat Indonesia, OJK, Perpusnas RI, dan Forum Taman Bacaan Masyarakat se-Indonesia.
Acara ini juga mengadakan diskusi panel, yang menghadirkan Gol A Gong Sebagai Duta Baca Indonesia dan Penulis, Kang Maman Suherman sebagai Jurnalis dan Penulis, Awaldi sebagai Direktur Operational BMI dan juga Penulis Buku “Karyawan Galau Nasabah Selingkuh”, dan dimoderator oleh Chief Human Capital Officer BMI, Riksa Prakoso.

Dan ditengah acara ini, hadir ketua Umum Pengurus Pusat Forum TBM Indonesia, Kang Opik untuk menandatangani MoU antara Muamalat Institute dan Forum TBM Indonesia.

Dengan semakin banyaknya konten-konten kreatif, yang membahas ekonomi dan keuangan syariah. Maka masyarakat akan semakin tertarik dan mudah memperoleh pemahaman, terkait ekonomi dan keuangan syariah sejak dari awal.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas Tarihoran mengatakan, pihaknya mengapresiasi inisiatif yang dimotori oleh MI demi mendukung literasi keuangan syariah. Pasalnya kata dia, walaupun potensi syariah yg tinggi tapi indeks inklusi keuangan rendah dan literasi keuangan juga rendah. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X