“Saya juga mendapat informasi bahwa sejumlah pengusaha berkenan memberikan dukungan kepada Dokter Terawan untuk memproduksi Vaksin Nusantara lebih banyak,” ucap Yoga.
Dia bahkan mendengar informasi tentang negara kaya yang berminat membeli hak paten Vaksin Nusantara seharga triliunan rupiah, namun ditolak oleh Dokter Terawan.
“Vaksin Nusantara bisa jadi terobosan di tengah meningkatnya ancaman virus corona dengan catatan pemerintah mau memberikan dukungan penuh. Saya yakini vaksin ini akan sangat menguntungkan buat rakyat dan negara kita,” jelas Yoga.
Vaksin Nusantara dibuat berbasis sel dendritik. Awalnya, pengembangan vaksin tersebut dipimpin Kementerian Kesehatan bersama tim peneliti Universitas Diponegoro.
Dalam sebuah kesempatan rapat kerja di DPR RI pada Maret lalu, Terawan Agus Putranto selaku Ketua Tim Pengembang Vaksin Nusantara, menegaskan bahwa Vaksin Nusantara yang berbasis sel dendritik sangat aman untuk digunakan.
Dia juga mengaku telah mengembangkan pengobatan dengan metode sel dendritik di Cell Cure Center RSPAD Gatot Soebroto Jakarta sejak 2015.
Menkes 2019-2020 itu tegaskan, vaksin berbasis dendritik sel untuk melawan virus corona bersifat autologous atau individual sehingga bisa dikatakan sangat aman.