Jakarta, bidiktangsel.com - Lonjakan kasus COVID-19 masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali. Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang tidak bergejala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi beban pelayanan di RS, sehingga bisa diarahkan untuk pasien bergejala sedang-berat.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menghimbau agar proses skrining awal pasien COVID-19 dilakukan dengan ketat. “Diharapkan hanya pasien dengan gejala sedang dan berat/kritis yang dirawat di RS. Sedangkan pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala melakukan isolasi mandiri di rumah atau di fasilitas isolasi terpusat,” seru dr. Nadia.
Guna melengkapi layanan pasien COVID-19 yang selama ini sudah dilakukan di Puskesmas, dr Nadia menyebut, Kemenkes telah menyediakan layanan konsultasi dan paket obat isolasi mandiri COVID-19 secara gratis. Untuk hal ini pemerintah bekerjasama dengan 11 platform telemedicine yang tergabung dalam Aliansi Telemedik Indonesia (ATENSI).
“Pasien secara langsung dapat memanfaatkan kode layanan untuk berkonsultasi dengan dokter dari salah satu platform telemedicine, serta mendapatkan paket obat apabila mengalami gejala ringan, atau vitamin bila tidak mengalami gejala apapun,” ujar dr. Nadia.
dr. Nadia menjabarkan bahwa telah ada 11 Platform telemedicine yang sudah bekerjasama dengan Kemenkes antara lain Alodokter, GetWell, Good Doctor dan GrabHealth, Halodoc, KlikDokter, dan KlinikGo. Kemudian Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.
Proses untuk mendapatkan layanan ini dimulai dari Lab pemeriksaan PCR yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan. “Ada 743 Lab pemeriksaan PCR yang sudah terafiliasi dan terkoneksi langsung dengan Kemenkes, 114 Lab di antaranya ada di Jakarta. Sehingga data pasien yang dientri oleh 743 Lab itu akan terbaca oleh Kemenkes,” terang dr. Nadia Ketika hasil tes PCR di Lab tersebut terkonfirmasi positif COVID-19, maka Lab akan mengentri data pasien dan terhubung langsung dengan Kemenkes. Dalam jarak waktu sekitar 1 hari, pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes yang memuat link untuk konsultasi
sebuah kode untuk mendapatkan obat gratis. Pasien yang mendapatkan hasil PCR positif namun belum mendapatkan pesan WhatsApp juga dapat melakukan cek mandiri ke laman https://isoman.kemkes.go.id/panduan untuk mengetahui apakah mereka telah terdaftar di database Kemenkes sehingga berhak mendapatkan program telemedicine dan obat/ vitamin gratis ini.