"Sungai yang ada (Khususnya DKI Jakarta) telah terjadi pendangkalan akibat lumpur dan sampah. Belum lagi problem penggundulan hutan hingga menyebabkan banjir dan longsor pada musim hujan di daerah penyangga Ibu Kota," terang Azis.
Azis menegaskan, sungai bukan sebatas saluran air dan menjadi drainase yang terjadi di sejumlah kota. Sungai adalah habitat, bagi banyak organisme di bumi.
"Jika pencemaran tetap dibiarkan maka sama saja pembunuhan masa depan generasi kita. Sama saja kita membiarkan peradaban Indonesia segera mati," tegas Azis.
Di akhir keterangannya Azis mengajak semua pihak terus melestarikan lingkungan dan memberikan apresiasi atas semangat para pejuang Kalpataru dalam menjaga alam untuk anak-cucu generasi bangsa.
"Hormat saya sampaikan kepada para pejuang Kalpataru sebagai pejuang lingkungan negeri ini. Dirgahayu PDI Perjuangaan ke-48, mantap melangkah bersama," pungkas Azis Syamsuddin. (ijs/ful)