Alumni Belanda Soroti Isu Penguatan Kerjasama Lintas Disiplin Keilmuan untuk hadapi Covid-19

photo author
astrititi, Bidik Tangsel
- Minggu, 29 November 2020 | 08:24 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com-Penguatan Kerjasama di pelbagai bidang dan lintas disiplin keilmuan di tengah dan pasca pandemic Covid-19 menjadi salah satu isu yang dibahas pada perhelatan pekan Kerjasama pendidikan dan riset Indonesia-Belanda (WINNER) 2020. Salah satunya adalah seputar ‘public health’ dengan diadakanya talk show ‘Strengthening Public Health: Partnering in a time of Covid-19’ (26/11/2020).

Dua orang Alumni Belanda yang tergabung dalam Holland Alumni Network Indonesia hadir sebagai pembicara utama di sesi talkshow ini. Pembicara pertama adalah dr. Ahmad Fuady, PhD. Alumnus kampus Erasmus University Medical Center Rotterdam, The Netherlands yang juga merupakan salah satu tim peneliti di fakultas Kesehatan Universitas Indonesia. Pembicara kedua adalah Suci Anatasia, alumnus program beasiswa StuNed di Vrije Universiteit Amsterdam tahun 2016, juga dosen di jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Kemenkes Jakarta 1. Talkshow ini dimoderatori oleh Amalia Hasnida, MSc, peneliti Kesehatan dari Erasmus school of Health Policy and Management, Belanda.

Diskusi selama 90 menit ini bertujuan untuk membahas lebih lanjut bagaimana pandemi COVID-19 mempengaruhi kemajuan pencapaian SDGs dari sudut pandang kesehatan masyarakat dan bagaimana peneliti di Indonesia dan Belanda dapat berkontribusi untuk mengurangi dampak pandemi yang lebih parah di kemudian hari. Selanjutnya, forum ini juga menjadi sarana bagi peneliti dan akademisi dari Indonesia dan Belanda untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman seputar bagaimana menyusun agenda strategis dalam merespon persoalan ini.

Ahmad Fuady menyoroti isu perlindungan sosial dan pengelolaan biaya Kesehatan yang disebabkan oleh pandemic Covid-19 di Indonesia dan Belanda, juga gambaran besar bagaimana dampak pandemi COVID-19 terhadap capaian SDGs bidang kesehatan. Secara umum, menurutnya, pandemi mengakibatkan kemunduran capaian target kesehatan global 5-8 tahun ke belakang. "Namun, pandemi juga menjadi pintu masuk utama untuk memperbaiki dan mengokohkan sistem kesehatan yang saat ini dijalankan, termasuk di Indonesia," ungkapnya.

"Untuk memecahkan segala persoalan terkait pandemi dan dampaknya pada capaian SDGs, dibutuhkan upaya kolaborasi lintas bidang dan peran. Bukan hanya dari peneliti, tetapi juga bersama knowledge users, seperti pemerintah, pembuat kebijakan, dan implementer program di lapangan. Kolaborasi, di samping daya utamanya membangun kekuatan bersama, juga perlu disiapkan dengan baik lewat pemahaman yang selaras dan komunikasi yang jernih dr semua pihak yg terlibat. Inilah mengapa penguatan Kerjasama dan kolaborasi lintas disiplin ilmu juga sangat dibutuhkan untuk bisa keluar dari krisis pandemi Covid-19 ini," jelas Fuady.

Berbeda dari Fuady, Suci memaparkan bagaimana dampak COVID 19 terhadap Pendidikan Vokasi Kesehatan di Indonesia, khususnya bidang Ortotik Prostetik. Ini karena, menurutnya, Pendidikan ortotik prostetik tidak hanya di kelas namun mayoritas juga dihabiskan dengan praktek Lab dan klinik. Lebih jauh lagi ia jelaskan Dengan sistem pembelajaran daring, tentu saja hal ini tidak lagi dapat dilakukan sehingga beberapa modifikasi pembelajaran diterapkan untuk tetap menjaga capaian pembelajaran dan kompetensi mahasiswa. Untuk mengetahu bagaimana dampak dari pembelajaran daring ini, maka dilakukanlah evaluasi melalui survey terhadap pengajar dan mahasiswa Ortotik Prostetik.

Lebih jauh lagi ia sampaikan, sejumlah 537 responden survey ini berasal dari Jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Jakarta 1 dan Poltekkes Surakarta yang juga merupakan hanya dua Pendidikan tinggi Ortotik Prostetik di Indonesia. Selain itu, survey juga didistribusikan pada sekolah ortotik di Asia Tenggara diantaranya SSPO (Thailand), CSPO (Kamboja), MSPO (Myanmar) dan SLSPO (Srilanka). Dan Beberapa poin yang di evaluasi antara lain adalah terkait persepsi mahasiswa dan pengajar mengenai proses alih keilmuan (knowledge transfer), kemudahan akses, keuntungan serta kendala yang dirasakan selama pembelajaran daring.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: astrititi

Rekomendasi

Terkini

X