Mengabdikan Diri untuk Merawat Anak Negeri dari Pandemi

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Selasa, 10 November 2020 | 21:46 WIB

Pada awalnya, menerapkan protokol kesehatan di RSDC Wisma Atlet tidak mudah. Pemahaman untuk menerapkan protokol kesehatan di kalangan para pasien sangat rendah.

Belum lagi gangguan secara mental ini membuat banyak pasien stress hingga timbul keinginan untuk bunuh diri dalam benak pasien COVID-19.

“Timbulnya tekanan pada diri pasien karena berkali-kali diuji Swab tidak menunjukkan hasil yang baik. Apalagi saat itu kondisi nya sedang bulan puasa, pasien ingin pulang untuk lebaran di kampungnya, tapi karena tidak bisa pulang justru menambah beban pikiran”, ungkap Letkol Arifin.

Meskipun melaksanakan tugas yang sulit, sebagai seorang prajurit, Letkol Arifin meyakini bahwa kepercayaan yang diberikan adalah sebuah kehormatan. Begitu pula dengan semangat yang dibawa oleh Nakes dan relawan yang tergerak hatinya untuk mengabdi di RSDC Wisma Atlet. Perasaan yang kuat untuk mem-bantu sesama, turut membawa seorang dokter muda, dr. Aulia Giffarinnisa, asal Sulawesi Selatan ke Wisma Atlet.

Ia dengan suka rela mengajukan diri menjadi dokter di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran.

Keinginannya untuk mengabdi pun tidak berjalan mulus, karena terlebih dahulu harus meyakinkan kedua orang tuanya.

“Dari April sudah ingin bergabung ke Wisma Atlet, tapi orang tua baru memberi izin di bulan Agustus. Pada September akhirnya mulai bergabung ke Wisma Atlet”, kata dr Aulia.

Berbeda dari rumah sakit pada umumnya, seluruh tenaga medis di RSDC wajib menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) dan hal ini menjadi tantangan yang cukup menyulitkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X