"Dinamika di internal partai seperti di PDIP dan Gerindra Tangsel ini kan banyak mempengaruhi dan diprediksi melemahkan elektoral MS. Rasa tak puas kader ada, karna yang diusung bukan kader internal. Di PDIP malah sempat panas kan. Nah ini yang membuat koalisi itu tak solid dan rawan gembos," ujar Adib.
Lanjut Adib, kondisi tak solid juga disebabkan minimnya ikatan emosional antara calon dengan kader dibawah, karena calon yang dihadirkan ujug-ujug atau instan. Kondisi turut diperparah dengan loncatnya tokoh berpengaruh di parpol yang terang-terangan memberi dukungan kepada calon lain.
"Kaitan emosional rendah, karena semua dirasa tokoh instan. Inilah juga sebab menjadikan soliditas internal itu kendor. Belum lagi tokoh yang punya massa militan seperti Arsid dan Biem Benyamin yang punya dampak elektoral lumayan besar, juga belok arah," bebernya.
Adib juga menambahkan, 3 bulan kedepan menjadi waktu berharga bagi pasangan yang ingin memenangkan pertarungan. Sejauh mana pasangan tersebut bisa menemukan formula dalam visi misi yang bisa membuat warga Tangsel jatuh hati dengan program yang ditawarkan. (***)