Azizah melanjutkan, kami juga akan menggunaan pendekatan pembangun an yang bersifat estetik, autentik, dan organik. Estetik artinya kota harus indah dan mengedepankan pendeka tan kebudayaan.
Autentik artinya kita mendorong penemuan jatidiri kota dan keunikan kota dengan mengedepankan lokalitas dan kebaruan ide dalam membangun kota. Sedangkan organik artinya bersatu dalam perbedaan dan harus tetap menjaga kelestarian alam.
“Pandemi dan ujian lainnya mengharus kan kita melakukan inovasi, deklarasi dengan metode drive-in ini salah satunya. Terima kasih untuk seluruh anak-anak muda Tangsel untuk ide kreatif ini” puji Azizah kepada pendukungnya.
Deklarasi ini juga dimeriahkan oleh hadrah dan band. Berulang kali, Azizah dan Ruhama menyampaikan rasa syukurnya dan terima kasih kepada masyarakat.
“Terima kasih untuk dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Tangsel. Kami sangat meyakini, peristiwa hari ini terjadi karena dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Tangerang Selatan. Terima kasih untuk Ibu, Bapak semuanya warga Tangsel. Harapan baru tangsel maju” ujar keduanya bergantian. (*/Red)