Fachrul menjelaskan, Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman kaitannya dengan kerukunan dimana isu SARA banyak mengemuka, bukan hanya pada saat kontestasi pemilu. "Dan disitu lah Pejuang Bravo Lima akan berada di garda terdepan memperjuangkan kerukunan dan keutuhan NKRI," ujarnya.
Untuk diketahui, Pejuang Bravo Lima resmi mendeklarasikan diri pada 1 Februari 2020 di Jakarta, sebagai organisasi masyarakat. Selain Menteri Agama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan juga berperan dalam ormas ini sebagai Ketua Pembina.
Ormas ini juga dimotori oleh jajaran jenderal seperti eks Kasum TNI Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy, Letjen TNI (purn) Sumardi, Mayjen TNI (purn) Heriyono Harsoyo, Mayjen TNI (purn) Zainal Abidin, Mayjen TNI (purn) Heriyadi, Brigjen TNI (purn) Paulus Prananto dan mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (purn) Marsetio.(HMS)