"Alasan lainnya, mungkin kepadatan lalulintas dan truk dengan asap kenalpot- nya, " ujar Mr. Ten.
"Iya kang Uten, siapa pun yang menulis itu saya siap memberi fakta dan data ilmiah, bahwa Kota Tangsel tidak benar memiliki udara tidak sehat, apalagi sedunia lagi..: ya kan ?," kata H. Rahmat Salam menanggapi tulisan Mr. Ten.
Kalau begitu, segera pak Rahmat buat jumpa pers atau ngopi sewarung dengan para wartawan. Sekalian pertegas ke wartawan Kota Tangsel:
"Hai Bung kalau buat berita chek and re chek dulu, lengkapi datanya. Bukan opini," ujar Mr. Ten.
Lalu, Aru Wijayanto, "Se tau saya Kota Tangerang yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia (2012, jadi, kalau Kota Tangsel pernah, sebutkan saja kapan?, " tanya Aru.
H. Rahmat Salam yang pernah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel ini mengatakan "datanya ada di DLH Kang Aru, saat saya kepala BLHD, Tangsel MERAIH juara dua, yang pertama Surabaya untuk udara bersih, ibu Walikota mendapat penghargaan dari Menteri KLHK, yang kedua kali dari Wapres, dan pernah pula menjadi PEMENANG penanaman 1 Milyar pohon dari Presiden Jokowi. Kang Aru saya undang ke DLH untuk melihat data-data tersebut, kapanpun berkenan kang," ujar Rahmat Saalam.
Tapi, yang namanya kualitas udara itu berubah-ubah. Bisa jadi pada waktu itu kualitas udara Kota Tangsel cukup baik, dan tahun-tahun berikutnya menurun terus sampai hari ini.
Jadi, hari ini mungkin saja kualitas udara di Tangsel memang jelek ….. 😁