Pertama Di Asia, AMN Akan Soft Lounching Jurnalis Boarding School dan Wisata Religi

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Rabu, 10 April 2019 | 21:22 WIB

"Peserta didik disediakan penginapan dengan begitu secara langsung setiap peserta dapat diasuh dan diawasi oleh mentor. Lalu, dengan di mukimkannya seluruh peserta tersebut, peserta selain wajib sholat jamaah, juga usai sholat magrib dan solat subuh peserta diwajibkan belajar membaca Al Quran dan tajwid serta hapalan Al Quran. Peserta juga secara berkals dilatih public speaking, dan menjadi Imam solat," papar Ashok.

Ditempat yang sama, Firdaus selaku pimpinan AMN menerangkan, tujuannya peserta dimukimkan, selain optimalisasi waktu, juga untuk mengasah keterampilan dan disiplin sebagai dasar pendidikan berkarakter, agar juga tertib setoran hapalan Al Quran.

Firdaus juga menjelaskan, di Jurnalis Boardibg School (JBS) untuk materi-materi umum, seperti keterampilan diberikan bagi seluruh peserta lulusan SMA maupun perguruan tinggi, tidak ada bedanya.

"Tetapi kemudian pada tahapan pengkonsentrasian, materinya berbeda. Untuk sarjana kita kosentrasikan pada jurnalistik profetik (bagian dari kelompok penyeru, untuk kepentingan publik) dan kepemimpinan, sementara peserta tamatan SMA, kita kosentrasikan pada penguasaan keterampilan media digital seperti desain web, pengelolaan medsos, dan digital marketing," ungkap Firdaus.

Ditambahkan Firdaus, Jurnalis Boarding School (JBS) juga menyiapkan wisata religi. "Jadi yang disebut wisata religi, sebenarnya sama juga, pendidikan dan pelatihan. Tetapi kosentrasinya diperuntukan bagi kaum yang sudah dewasa dan uzur. Adapun kosentrasinya pada agama dan bersosialisasi secara empati pada lingkungan. Konsep ini lebih pada pendekatan hubungan pada Tuhan dan manusia secara real," urai Firdaus.

Latar belakang paket ini, lanjut Firdaus, menjembatani kebutuhan orang-orang sibuk yang luar biasa, hingga pada titik tertentu, kesibukannya tersebut menjadikan mereka lupa untuk membaca Al-Quran, ibadah dan bersosialisai dengan manusia dan alam.

"Untuk itu, kita menyiapkan paket pendidikan dan pelatihan selama satu minggu hingga satu bulan, bagi mereka yang masih ada kesibukan. Dan satu bulan hingga 3 bulan bagi yang sudah purna tugas," pungkas Firdaus.

Lebih jauh Firdaus menerangkan, wisata religi ini sebagai wisata alternatif bagi masyarakat tertentu yang biasanya menghabiskan waktu di obyek-obyek wisata ke tempat-tempat liburan yang terkenal dan berbiaya tinggi. "Tetapi ini liburannya di Jurnalis Boarding School (JBS), kita menyediakan paket NASUHA dan Paket KHUSNUL KHOTIMAH," tutur Firdaus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X