Setu - Diskusi Sejarah Serpong yang digelar oleh Karang Taruna Karya Muda, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional (10 November 1945-10 November 2017) bersama Tb. Sos Renda (Sejarahwan), Kamis malam (9/11-2017) di Taman Makam Pahlawan Seribu, Jalan Raya Puspiptek Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Acara yang dihadir peserta -+ 200 orang, sebagai Ketua Pelaksana, Rifki Fadilah juga dihadiri Tb. Sos Rendra (Sejarahwan Serpong), Drs. Muhayar (Staf Kelurahan Buaran mewakili Lurah Buaran), Fauzi Ubaidilah (Ketua Karang Taruna Karya Muda), Para Pemuda Karang Taruna Karya Muda dan Komunitas sepeda Ontel Tangsel.
Dalam sambutan Ketua Pelaksana, Rifki Fadilah, mengatakan terima kasih kepada rekan rekan semua yang sudah hadir ditempat ini juga kepada para anggota karang taruna yang sudah membantu dalam kegiatan ini sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar.
"Dengan ada acara ini semoga kita dapat saling menjalin tali silaturahmi antara sesama rekan karang taruna yang ada di Kecamatan Setu ini dan juga untuk memperat tali persaudaraan antara para pemuda apalagi dijaman sekarang ini para pemuda sudah terpengaruh oleh hal hal yang negatif," katanya.
Dengan diadakannya acara ini agar bisa memahami arti pahlawan bagi para pemuda.
Sedangkan Lurah Buaran yang diwakili Staf Kelurahan, Drs. Muhayar, menyampaikan terima kasih kepada para pemuda yang sudah menyelenggarakan acara ini, yang semuanya di pelopori oleh para pemuda.
"Alhamdulillah ini adalah permulaan yang baik sudah mau melaksanakan acara ini dijaman sekarang ini jarang sekali pemuda yang mau menyelenggarakan acara ini.
Menurutnya, pada jaman sekarang ini para pehlawan sudah menyumbangkan jiwanya demi negara tercinta ini, Kota Tangsel harus dipelopori oleh pemuda karena pemuda adalah tonggak kemajuan bangsa.
Dulu diketahui ada sejarah dari kali deres ke jakarta itu adalah gambaran sejarah dari para pejuang Indonesia yang sudah gugur dalam mempertahankan Indonesia dari tangan penjajah pemuda adalah cikal bakal perjuangan dimasa depan.
"Kedepannya saya berharap kegiatan ini agar lebih ditingkatkan dan supaya disampaikan kepemerintah agar kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahunnya, agar para pemuda lebih memahami arti kemerdekaan sesungguhnya," ungkapnya.
Sementara itu, pemaparan sejarah Serpong yang disampaikan oleh Tb. Sos Rendra, seorang Sejarahwan Serpong menyampaikan ketika indonesia sudah merdeka tahun 1945, tapi serpong masih dijajah oleh tentara nica pada tahun 1946.
"Walaupun kita sudah merdeka tapi serpong masih diduduki oleh penjajah, dan pasukan jepangpun masih menduduki daerah lengkong, sehingga orang serpong mengungsi ke serang atau rajek karena serpong masih di jajah," ungkapnya.
Akhirnya minta pertolongan ke pondok pesantren yang ada diserang dan kemudian para santri dari Serang datang ke serpong untuk berperang, tapi sebelum keserpong singgah dulu di keranggan.