Rapat Kerja Apeksi Korwil III

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Kamis, 21 April 2016 | 20:30 WIB

Kota Tangerang - Permasalahan terkait infrastruktur selalu menjadi isu hangat dan menarik. Selain merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi, infrastruktur merupakan bagian penting dari konektivitas antarkoridor dan sangat diperlukan untuk mendorong serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Namun tak bisa dipungkiri, kebutuhan akan infrastruktur saat ini memerlukan anggaran yang besar. Di sisi lain, kemampuan keuangan negara dalam memenuhi kebutuhan investasi infrastruktur terbatas.

Berangkat dari kondisi tersebut, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pun turut mengangkat isu soal pembangunan infrastruktur dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah III yang digelar di Hotel Santika, Kota Cirebon, Rabu (20/04).

Ridwan Kamil, selaku Ketua Apeksi Korwil III menuturkan untuk dapat menjadi negara Indonesia yang semakin hebat tentunya  dibutuhkan inovasi serta komitmen kuat. Diantaranya melalui pengembangan pembangunan melalui skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha, dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas serta ketersediaan pelayanan publik di daerah.

Selain itu, harus pro aktif dan mau jemput bola. "Jangan cuma nunggu, tapi kita yang harus aktif mencari peluang-peluang melalui investor-investor diluar sana," paparnya kepada seluruh peserta yang merupakan perwakilan dari Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng dan DIY, yang diikuti oleh 25 kota untuk membahas hal yang aktual dalam pemerintahan.

Oleh karena itu, dirinya turut mengajak para peserta Raker untuk dapat mengirimkan data-data terkait kebutuhan infrastruktur pada proyek pembangunan kota yang memang membutuhkan biaya tinggi dan kebutuhannya urgent bagi masyarakat kepada timnya melalui email. "Pada 3 Mei nanti saya diundang dalam pertemuan para investor, saya ingin manfaatkan kesempatan ini untuk kemajuan kita semua, Apeksi dan Indonesia," ajaknya.

Kemudian, alternatif pembiayaan infrastruktur melalui skema pembayaran secara berkala (availability payment) dalam Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) juga merupakan solusi bagi pemerintah dalam hal penyaluran pembayaran untuk pembangunan proyek-proyek infrastruktur, khususnya untuk proyek dengan jumlah kebutuhan biaya yang sangat besar.

Availability payment ini merupakan alternatif bagi pemerintah agar tidak mengeluarkan dana untuk pembayaran proyek infrastruktur dalam sekali bayar, melainkan dapat dibayarkan secara bertahap sesuai kesepakatan dengan badan usaha terkait.

Saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan telah membuat payung hukum dalam melaksanakan ketentuan tersebut. Ditambah dengan adanya ketentuan mengenai skema pembayaran secara berkala ini dalam Perpres No.38/2015 tentang KPBU dalam Penyediaan Infrastruktur yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada akhir bulan Maret tahun lalu.

"Tinggal actionnya aja dari kita semua (Apeksi Korwill III)," serunya.

Sementara itu, Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah seusai mengikuti Raker Apeksi menyampaikan forum ini sebagai salah satu upaya mencari berbagai solusi terkait persoalan pembangunan. Diantaranya soal pembangunan infrastruktur melalui pola kerjasama dengan swasta.

"Dengan adanya KPBU akan semakin efektif dan efisien karena turut memangkas waktu dan untuk pembiayaan pun dapat dicicil," terangnya.

Melalui kesempatan ini, lanjutnya, Apeksi  berupaya membuka diri karena pada dasarnya banyak investor yang ingin membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur jangka panjang yang bisa dilakukan dalam waktu relatif pendek. "Apalagi segala aturannya dan payung hukumnya telah ada, tinggal pelaksanaannya saja. Investor banyak, tinggal data saja kebutuhannya,"terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X