Berawal Dagang Buku Kini Jadi Pengusaha Kuliner

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Jumat, 11 Maret 2016 | 10:47 WIB
Abdul Mufallah, pemilik Saung Bamboo Ina
Abdul Mufallah, pemilik Saung Bamboo Ina

Sosok - Setiap kesulitan pasti diiringi dengan kemudahan. Abdul Mufallah, pemilik Saung Bamboo Ina yang berada di Jalan Pesanggrahan, Ciputat Kota Tangsel, merupakan pria kelahiran Palembang 36 tahun lalu.

Ia menghabiskan waktunya di Palembang hanya sampai SD kemudian hijrah ke Tangerang, melanjutkan pendidikan SMAnya di Jakarta Selatan dan dibiayai oleh bibinya.

Selepas pendidikan SMA pemilik Saung Bamboo Ina ini berkeinginan kuliah di UIN, dengan bermodalkan tekad, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi walaupun dengan modal pas-pasan tanpa ada sanak saudara di Ciputat.

“Saat itu saya hanya membawa uang Rp 65.000 sisa dari bibi saya. Saya nekad meski di Ciputat enggak ada satu orang pun saudara,” katanya dengan semangat.

Tak mendapat restu dari orang tua, Abdul Mufallah mohon doa restu untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi dan dengan azzam-nya ia yakin untuk berkuliah.

“Saya mula-mula tidak diizinkan untuk kuliah oleh orang tua namun saya sudah niatkan untuk kuliah jadi ya saya berangkat untuk melanjutkan pendidikan di UIN,”  jelasnya dengan nada sendu sambil merunduk.

Lanjut cerita, setelah mengurus pendaftaran dan makan siang sisa dari uang yang ada, ia duduk di bawah pohon rindang dan melihat stand pendaftaran untuk organisasi ekstra dan intra.

“Waktu itu saya saat duduk di bawah pohon rindang yang ada di UIN, saya melihat banyak stand pendaftaran. Lalu saya melihat dan menghampiri salah satu stand organisasi ekstra. Saya bicara kepada mereka bahwa saya tidak punya uang dan ingin menumpang di sekretariat organisasi, dan akan menggantikannya untuk menjaga stand, akhirnya saya berhasil mengambil hati mereka,” terang Abdul Mufallah, owner Saung Bamboo Ina.

Suatu hari Abdul Mufallah menanyakan kepada teman-temannya, cara mendapatkan uang. Salah seorang teman nyeletuk.. agar ia menjual buku saja, nah.. sejak saat itulah ia belajar untuk mendapatkan penghasilan dengan berdagang.

“Saya malu kan tiap hari diberi makan terus sama kawan-kawan di sekretariat hingga akhirnya saya bertanya bagaimana caranya untuk mendapatkan uang dan kebetulan ada yang menyarankan saya berjualan buku.

Dan sejak saat itulah saya mulai berpikir taktis untuk mendapatkan uang menutupi kebutuhan saya”, tambah Mufallah, panggilan akrab owner Bamboo Ina.

Dari berbagai cerita dan pengalaman ia mampu bertahan di tengah-tengah kesulitan ekonomi waktu itu.

Sebelum membuka usaha kuliner Saung Bamboo Ina, pernah menjadi trainer dan konsultan yang dikontrak oleh Jerman.

Namun ia tidak tahu apakah kontrak akan dilanjutkan atau dihentikan sehingga ia berpikir untuk mencari penghasilan lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X