Bidiktangsel.com — Industri otomotif global memasuki babak baru ketika kecerdasan buatan (AI), robotika, dan sistem otomatisasi mulai mengambil peran lebih besar dalam proses produksi kendaraan.
Hyundai Motor Company dan Kia Corporation memperlihatkan arah transformasi tersebut melalui sekitar 200 inovasi manufaktur pintar dalam ajang E-FOREST TECH DAY.
Inovasi yang diperkenalkan melalui platform E-FOREST itu mencakup teknologi AI, robot inspeksi, sistem logistik otonom, hingga integrasi perangkat lunak untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan proses produksi.
Baca Juga: Karhutla Arjuno-Welirang Meluas ke 4 Wilayah, 70 Titik Api Masih Terdeteksi
Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya kedua produsen otomotif asal Korea Selatan tersebut menuju konsep Software-Defined Factory (SDF), yakni pabrik yang operasionalnya semakin terintegrasi dengan sistem digital dan dapat beradaptasi terhadap kebutuhan produksi.
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Manufacturing AI Agent bernama Polaris. Sistem ini dirancang untuk mengoordinasikan aktivitas manufaktur, menganalisis data produksi secara real-time, serta mengidentifikasi potensi gangguan sebelum berkembang menjadi masalah operasional.
Penerapan kecerdasan buatan tersebut berpotensi membantu perusahaan meningkatkan konsistensi produksi sekaligus mengurangi risiko penghentian operasional akibat gangguan peralatan. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada integrasi sistem, kualitas data, dan kemampuan teknologi dalam merespons kondisi aktual di lapangan.
Baca Juga: Kapolri Dalami Dugaan Keterlibatan Asing dalam 98 Kasus Karhutla Korporasi, Negara Tetangga Disorot
AI Vision dan Robot Otonom Perkuat Produksi
Selain Polaris, Hyundai-Kia mengembangkan AI Vision Algorithm untuk membantu robot mengenali komponen dengan bentuk tidak beraturan atau fleksibel, termasuk kabel dan selang.
Kemampuan tersebut penting karena penanganan komponen semacam ini membutuhkan tingkat pengenalan objek dan presisi gerakan yang tinggi.
Teknologi robotika juga mencakup Autonomous Mobile Robots (AMR) dengan sistem kendali roda omnidireksional. Teknologi tersebut memungkinkan robot bergerak secara fleksibel di lingkungan pabrik untuk mendukung distribusi material dan kebutuhan logistik internal.
Di sisi inspeksi, robot berkaki empat Spot turut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem manufaktur pintar. Robot inspeksi dapat dimanfaatkan untuk memeriksa area fasilitas dan membantu pengumpulan data kondisi operasional, sehingga pemantauan tidak sepenuhnya bergantung pada pemeriksaan manual.