nasional

Pabrik Baterai EV Mulai Beroperasi, Mobil Listrik Bakal Makin Murah?

Senin, 28 September 2026 | 11:41 WIB
Ilustrasi foto - Menyoroti keberadaan pabrik baterai kendaraan listrik di RI yang berpeluang menjadikan mobil listrik lebih murah dari harga pasar saat ini. (Unsplash.com / @vanyasmythe)

Baca Juga: Sidak TPST Abu & Co, Komisi IV DPRD Tangsel Temukan Fakta Berbeda dari Pemberitaan

BYD Siapkan Ekspansi Pabrik Baterai di Eropa

Perkembangan industri baterai juga terjadi di pasar global.

Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, tengah memperluas basis produksinya di Eropa. Penasihat khusus BYD untuk Eropa, Alfredo Altavilla, mengatakan perusahaan pada akhirnya membutuhkan tiga fasilitas perakitan kendaraan dan satu pabrik baterai di Eropa.

BYD saat ini mulai menjalankan produksi di fasilitas pertamanya di Hungaria. Perusahaan juga tengah mencari lokasi berikutnya untuk memperluas kapasitas produksi di kawasan tersebut.

Strategi tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan volume produksi. Produksi lokal juga menjadi bagian dari upaya produsen China memenuhi ketentuan lokal di Eropa yang semakin menekankan penggunaan komponen yang diproduksi di kawasan tersebut.

Jadi, Benarkah Mobil Listrik Akan Lebih Murah?

Jawabannya belum bisa dipastikan hanya berdasarkan beroperasinya pabrik baterai baru atau munculnya teknologi natrium-ion.

Baca Juga: Pelantikan PAPPRI Tangsel, Mizz Farahdiba Tegaskan Komitmen Satukan Musisi dan Perkuat Ekosistem Musik

Produksi baterai lokal dapat membuka peluang efisiensi biaya dan memperkuat rantai pasok kendaraan listrik Indonesia. Namun, apakah efisiensi tersebut akan diterjemahkan menjadi harga mobil yang lebih rendah sepenuhnya bergantung pada struktur biaya, skala produksi, kebijakan pemerintah dan strategi masing-masing produsen.

Sementara itu, baterai natrium solid-state masih berada pada tahap pengembangan dan belum menjadi teknologi massal untuk mobil listrik.

Dengan demikian, kabar mengenai "baterai baru" dan beroperasinya pabrik baterai EV di Karawang memang menjadi perkembangan penting bagi industri otomotif. Namun, masyarakat masih perlu membedakan antara potensi penurunan biaya produksi di masa depan dan penurunan harga mobil listrik yang benar-benar terjadi di pasar saat ini.

Perkembangan kapasitas produksi CATIB, ekspansi industri baterai nasional, serta kemajuan teknologi baterai alternatif akan menjadi sejumlah faktor yang patut dipantau dalam perjalanan industri kendaraan listrik Indonesia.

(***)

Halaman:

Tags

Terkini

Pahami Yuuk Menjadi Kuasa Wajib Pajak

Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:07 WIB