nasional

Pentas Mahzani 1000 Pelajar, Warisan Budaya Masyarakat Adat Tombulu Di Tanah Minahasa

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:23 WIB

Tomohon - Pentas Mahzani Massal 1000 Pelajar yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026 menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan tradisi Mahzani, salah satu warisan budaya masyarakat adat Tombulu di tanah Minahasa yang kini mulai terancam punah.

Ketua Panitia kegiatan, *Armando Loho*, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah serta dunia pendidikan di Kota Tomohon.

Dalam pernyataannya, Armando menyampaikan apresiasi kepada berbagai pemangku kepentingan yang turut memberi dukungan bagi terselenggaranya kegiatan budaya berskala besar tersebut.

Baca Juga: Viral Foto Dokumen Perjanjian Bertuliskan SPPG Tangsel, Ada Klausul Larangan Posting MBG ke Medsos

Ia secara khusus menyampaikan penghormatan kepada Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sri Sugiharta, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara Januar Pribadi, serta Ketua Tim Kesenian Kota Tomohon Jeand'arc Senduk-Karundeng.

Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon, para kepala sekolah, guru pendamping, orang tua, para siswa serta masyarakat yang turut memberikan dukungan moral maupun partisipasi langsung dalam kegiatan tersebut.

Menurut Armando, kegiatan Pentas Mahzani Massal 1000 Pelajar ini lahir dari program Fasilitasi Dana Indonesiana yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Program tersebut memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif pelestarian budaya di seluruh Indonesia.

Armando mengungkapkan bahwa dirinya merasa bersyukur karena usulan program yang diajukan berhasil terpilih dari ribuan proposal yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Viral Eks Akuntan SPPG Lembursitu Sukabumi Beberkan Dugaan Mark Up PO Beras, Pesan 11 Karung tapi Hanya Datang 9

“Program yang kami ajukan adalah pendayagunaan ruang publik melalui pementasan Mahzani massal oleh 1000 pelajar di Kota Tomohon. Ini menjadi sebuah kebanggaan karena mendapat kepercayaan untuk didukung oleh Kementerian Kebudayaan,” ujar Armando.

Ia menjelaskan, Mahzani dipilih sebagai tema utama kegiatan karena tradisi tersebut merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minahasa, khususnya komunitas adat Tombulu.

Mahzani bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan juga mengandung nilai-nilai budaya yang sangat dalam. Di dalamnya tersimpan berbagai unsur tradisi, pengetahuan lokal, nilai moral, hingga filosofi kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus.

Baca Juga: Diduga Minta Barang Berharga, Oknum Pencuri Terekam CCTV Gedor Pintu Kamar Kos di Area Kampus Unika Medan

Karena itulah, menurut Armando, pelestarian Mahzani menjadi sebuah tanggung jawab bersama. Tanpa upaya nyata dari masyarakat, terutama generasi muda, tradisi tersebut berpotensi hilang ditelan zaman.

Halaman:

Tags

Terkini