“Mahzani adalah harta berharga yang diwariskan oleh para leluhur untuk anak cucu di tanah Tombulu, termasuk kita hari ini. Di dalamnya hidup nilai-nilai budaya, filosofi, dan pengetahuan yang menjadi identitas masyarakat,” katanya.
Lebih jauh Armando menyampaikan bahwa kesadaran untuk menjaga warisan budaya ini ternyata sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam mendukung pelestarian budaya daerah.
Dukungan itu terlihat dari keterlibatan langsung Pemerintah Kota Tomohon, mulai dari wali kota hingga instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Armando, kolaborasi antara pemerintah, lembaga kebudayaan, sekolah, dan masyarakat merupakan kunci penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal.
Ia berharap, melalui pentas Mahzani yang melibatkan 1000 pelajar ini, generasi muda tidak hanya mengenal budaya leluhur, tetapi juga merasa bangga untuk menjaga dan meneruskannya di masa depan.
“Momentum ini bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi juga gerakan bersama untuk menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan,” ungkapnya.
Baca Juga: Peringatan Nuzulul Quran, Benyamin Davnie Tekankan Nilai Religius dalam Kehidupan Kota
Armando pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi bagi terselenggaranya kegiatan tersebut. Mulai dari Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Tomohon, wali kota, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, panitia pelaksana, para kepala sekolah, guru pendamping, para siswa, hingga orang tua dan masyarakat yang telah mendukung penuh kegiatan ini.
Dengan keterlibatan seribu pelajar dalam satu panggung budaya, Pentas Mahzani Massal di Kota Tomohon diharapkan tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan seni, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan budaya lokal Minahasa yang terus hidup di tengah generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Kota Tomohon kembali menunjukkan komitmennya sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga dan merawat warisan budaya Nusantara.
(***)
Artikel Terkait
Seskab Teddy ‘Pasang Badan’ di Tengah Kritik, Pengamat Sebut Sosoknya Sebagai Mediator Kebijakan Presiden dan Masyarakat
Diduga Bagikan Brownies Kedaluwarsa untuk MBG di Jogja, Pihak Bakery Klarifikasi Sebut Penyesuaian Stok Produksi
Ada Kesalahan Distribusi, SPPG Majalengka Buka Suara soal Video Viral Menu MBG Ubi Bakar di Bantarujeg
Disnaker Tangsel Buka Posko THR 2026, Siap Tindak Perusahaan yang Tak Patuh
Libatkan KPK, Pemkot Tangsel Perkuat Pengendalian Gratifikasi hingga Tingkat Kelurahan