Baca Juga: Viral Pria Disoraki Penonton saat Bubaran Konser di Malang, Diduga Pelaku Pencurian Helm
Kendati demikian, perangkat digital dinilai telah menghabiskan sebagian besar materi yang tersimpan dalam otak mereka selama jam pelajaran di sekolah.
Di sisi lain, ahli saraf itu menyoroti siswa yang menghabiskan waktu di luar kelas dengan menggunakan ponsel, tablet, dan laptop pribadi mereka.
Jared menilai, Gen Z kerap membagikan postingan yang menggambarkan seolah mereka membaca ringkasan karya sastra klasik, alih-alih mengambil buku dan benar-benar membacanya.
"Belajar dari layar telah mengubah mereka menjadi pembaca yang hanya membaca sekilas," terang Jared.
Baca Juga: Warga Desa Padasari Tegal Mengungsi karena Tanah Bergerak: Bawa Barang Penting, Sisanya Ditinggal
"Dan tanpa usaha yang sungguh-sungguh, bahkan pikiran yang cemerlang pun bisa menjadi tumpul," terangnya.
Terkait hal itu, Jared lantas membandingkan gaya belajar Milenial yang kerap sibuk mencari buku pelajaran demi mengerjakan tugas sekolah mereka.
"Masa lalu, anak-anak (Milenial) harus membuka buku dan begadang semalaman untuk lulus ujian," tutur Jared.
"Fakta menyedihkan yang harus dihadapi generasi kita adalah ini, anak-anak kita kurang mampu secara kognitif daripada kita pada usia mereka," tandasnya.
(***)