Di sisi lain, ada pula yang mencemaskan kesehatan warga yang mengonsumsi air tersebut.
"Ujung-ujungnya diare, dan larinya ke dokter juga," ungkap warganet dengan akun @nasharsya.
Lantas, bagaimana penjelasan ilmiah tentang kemunculan sinkhole yang kini membuat heboh warga di Nagari Situjuah, Sumatra Barat? Berikut ulasannya.
Apa itu Sinkhole?
Berdasarkan laporan National Geographic, sinkhole biasanya terbentuk ketika air hujan asam mengikis batuan dasar di bawah permukaan, menyebabkan kerusakan di bawah tanah.
Baca Juga: Puluhan Titik Dapur Didaftarkan Sejak Mei 2025 Tak Kunjung Beroperasi
Lubang ambles paling sering ditemukan di daerah karst yang mudah tererosi yang mengandung batuan karbonat seperti kapur atau dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum.
"Ketika air tanah meresap ke dalam retakan dan mengendap di bawah permukaan, air tersebut mengikis batuan tersebut, menyebabkan pembentukan gua bawah tanah dan lubang-lubang lainnya," tulis National Geographic yang dikutip pada Senin, 12 Januari 2026.
"Partikel tanah juga jatuh ke dalam celah-celah tersebut, memperluas jurang dan memungkinkan lebih banyak air terkumpul," sambungnya.
Proses Pembentukan Sinkhole
Diketahui, sinkhole terbentuk ketika lapisan bawah permukaan tererosi, meninggalkan ruang kosong yang tidak dapat ditopang oleh sedimen yang tersisa.
Umumnya, tidak ada perubahan yang terlihat dari permukaan saat proses destruktif ini berlangsung, yang dapat memakan waktu ratusan atau bahkan ribuan tahun.
Kekeringan atau hujan lebat dapat meningkatkan risiko terbentuknya lubang ambles, begitu pula aktivitas manusia seperti pompa air tanah yang berlebihan atau pekerjaan konstruksi.