Deny menjelaskan, dedaunan itu sebelumnya telah mengambil tanin atau asam humat, sebuah zat alami dari tumbuhan saat bercampur dengan air.
Seperti Daun Teh yang Diseduh
Deny lantas menguraikan penjelasan tentang perubahan air sungai tersebut dengan analogi sederhana.
Tour guide di Kalimantan itu menyebut, proses penguraian warna dari tumbuhan ke air sungai itu seperti daun teh yang diseduh.
"Baiklah jadi mari kita buat ini lebih mudah kita pahami," ucap Deny.
"Ini mirip dengan membuat teh, sehingga air sungai menjadi seperti itu," terangnya.
"Air sungai itu tidak berlumpur, sebenarnya sangat jernih. Ia menyerap sinar matahari, bukan memantulkannya," sambung Deny.
Kendati demikian, Deny menyoroti fenomena yang ia dapati kini, yaitu warna sungai itu yang terlihat cokelat, bukan hitam pekat sebagaimana berasal proses alaminya.
Ironi yang Kini Terjadi
Deny mengaku takjub saat sebelumnya pernah memasukkan air sungai hitam itu ke dalam sebuah botol bening.
"Jika kalian menuangkan air sungai hitam ke dalam botol, itu akan tampak persis seperti teh atau coca-cola," terangnya.
Keindahan itu semakin nyata, saat Deny menunjukkan air di dalam botol itu tersinari matahari.
"Jika kalian menyinari cahaya, itu akan menjadi indah dengan warna kuning keemasan," terangnya.