Tangerang, bidiktangsel.com – Warga Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, digegerkan dengan peristiwa penganiayaan berat (ANIRAT) yang terjadi pada Kamis, 29 Mei 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.
Kasus ini melibatkan tersangka berinisial MW (31 tahun), warga asal Sampang, Madura, yang tega membacok korban pada bagian belakang leher (tengkuk) hingga mengalami luka robek serius.
Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan saksi-saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), aksi kekerasan ini dipicu oleh rasa cemburu pelaku terhadap komunikasi mesra antara korban dan istri pelaku melalui aplikasi WhatsApp.
Baca Juga: Tangerang Selatan Perangi Premanisme: Pemerintah Bentuk Satgas, Bukan Ormas
Merasa harga dirinya terusik, MW pun mengatur pertemuan dengan korban di wilayah Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda.
Namun, niat pertemuan tersebut berubah menjadi tragedi.
Pelaku yang datang menggunakan sepeda motor Beat warna hitam langsung melancarkan serangan dengan senjata tajam berupa celurit bergagang kayu, tanpa memberi kesempatan korban untuk menghindar.
Sesaat setelah tiba di TKP, pelaku menghampiri korban yang tengah memegang handphone milik istri pelaku.
Tanpa basa-basi, pelaku mengayunkan celurit ke arah tengkuk korban. Korban yang diketahui bernama Syaiful Anwar langsung tersungkur bersimbah darah.
Beberapa warga yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban dan melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.
Sementara itu, pelaku melarikan diri ke wilayah Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dan sempat bersembunyi di rumah salah satu saudaranya.
Kapolsek Benda bekerja sama dengan Kanit Reskrim AKP M. Siagian dan anggota dari Polres Metro Tangerang Kota melakukan pengejaran terhadap tersangka.
Dengan pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat Madura setempat, akhirnya pelaku bersedia menyerahkan diri.