Majalengka, bidiktangsel.com – Para petani di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengeluhkan serangan hama tikus yang semakin meresahkan dan berdampak serius terhadap hasil panen mereka.
Curahan hati tersebut disampaikan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, petani mengungkapkan bahwa hama tikus telah menyerang lahan pertanian mereka secara masif, menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau TPA Jatiwaringin, Pastikan Optimalisasi Sistem Pengangkutan Sampah
Menanggapi keluhan itu, Presiden Prabowo langsung merespons dengan solusi tak biasa namun dinilai efektif, yakni dengan menghadirkan burung hantu sebagai predator alami tikus.
"Di daerah sini saya dapat laporan hama tikus yang sangat pelik masalahnya. Dan yang paling bagus sekarang katanya adalah burung hantu. Waduh, ini harga burung hantu naik dong. Sekarang satu burung hantu harganya kira-kira Rp150.000," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Tak hanya itu, Prabowo juga berjanji akan membantu menyediakan hingga 1.000 ekor burung hantu untuk para petani di Majalengka.
"Nanti saya bantu di sini ya, saya bantu untuk berapa-berapa burung hantu yang saudara perlu. Saya bantu 1.000 ekor, berarti sekitar Rp150 juta. Hari ini juga," tegasnya.
Kehadiran burung hantu sebagai bagian dari pengendalian hama tikus secara alami dinilai ramah lingkungan dan telah terbukti ampuh di berbagai daerah.
Burung hantu adalah predator alami tikus sawah yang aktif berburu pada malam hari dan tidak berdampak negatif terhadap ekosistem pertanian.
Baca Juga: Dukung UMKM, Pengusaha Lokal Tangsel Kini Kuasai Bisnis Perparkiran Kota
Masalah hama tikus memang bukan persoalan baru bagi petani Indonesia, terutama di sentra-sentra produksi padi.
Namun, pendekatan yang dilakukan melalui metode hayati seperti pelepasan burung hantu menjadi solusi yang mulai dilirik sebagai alternatif pengganti pestisida kimia yang berisiko terhadap kesehatan dan lingkungan.