Serpong, bidiktangsel.com – Bisnis perparkiran di Kota Tangerang Selatan kini memasuki babak baru yang lebih tertata dan memberdayakan.
Setelah sekian lama didominasi oleh pengusaha luar daerah, kini sejumlah pengusaha lokal mulai mengambil peran strategis dalam pengelolaan lahan parkir, seiring dengan kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel yang mengedepankan kearifan lokal.
Langkah ini menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Beberapa pengusaha lokal mulai memanfaatkan lahan parkir yang dikelola secara resmi untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat, seperti yang dilakukan oleh PT Mata Aer Makmurindo.
Perusahaan tersebut dipercaya mengelola lahan parkir strategis di kawasan ITC BSD dan Ruko Golden Boulevard. Menurut Direktur Utama PT Mata Aer Makmurindo, Buyung Fajri, pihaknya telah menjadikan area parkir sebagai ruang produktif, khususnya selama momentum Ramadan.
“Selama satu bulan Ramadan, kami membuka stand khusus untuk UMKM guna meramaikan festival Ramadan di area parkir ITC BSD. Alhamdulillah, respons masyarakat sangat antusias dan para pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan,” ujar Buyung Fajri.
Baca Juga: Pemprov Banten Salurkan Bantuan RTLH untuk Nenek Jumi di Kabupaten Lebak
Lebih lanjut, Buyung menegaskan bahwa pihaknya telah melalui prosedur yang sah dalam pengelolaan lahan parkir melalui proses lelang yang ditetapkan oleh pemerintah kota.
“Terkait isu yang beredar soal pemenang lelang yang tidak prosedural, kami pastikan bahwa perusahaan kami memenangkan lelang secara resmi di beberapa titik, dan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dishub Kota Tangsel,” jelasnya.
Buyung menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah menjalankan amanah yang diberikan dan terus menggandeng pelaku UMKM agar semakin berkembang bersama bisnis perparkiran yang mereka kelola.
Baca Juga: Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Gotong Royong Bangun Rumah Tidak Layak Huni Milik Lansia di Sepatan
“Kami ingin bisnis ini tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha kecil di Tangsel,” pungkasnya.
Langkah kolaboratif antara pengusaha parkir dan pelaku UMKM ini diharapkan menjadi contoh model bisnis inklusif yang bisa diadopsi oleh wilayah lain di Indonesia.
Artikel Terkait
Tarif 32 Persen dari AS ke Produk Indonesia, Balas Dendam Trump? Ini Penjelasannya
Dicuri Saat Bertugas, Wakil Wali Kota Tangsel Gantikan Motor Petugas Kebersihan dengan Dana Pribadi
Sopir Angkot Meninggal di Dalam Kendaraan di SPBU Ciputat Timur, Polisi Lakukan Pemeriksaan TKP
Makin Aneh, Trump Kenakan Tarif Dagang pada Pulau Tak Berpenghuni yang Hanya Dihuni Penguin
Pemkot Tangsel Larang Pendatang Tanpa Keahlian Masuk Usai Lebaran, Ini Alasannya