Kabupaten Tangerang, bidiktangsel.com – Masalah sampah di sungai masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Tangerang.
Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung membersihkan tumpukan sampah di Sungai Golden—anak Sungai Cisadane—yang membentang di antara Desa Pangkalan dan Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Larang Pendatang Tanpa Keahlian Masuk Usai Lebaran, Ini Alasannya
Aksi bersih-bersih ini dilakukan di sela waktu cuti bersama. Didampingi warga dari dua desa tersebut, Maesyal menunjukkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Saya ingin mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Dalam audiensinya dengan warga, Maesyal menyampaikan permintaan khusus agar masyarakat Teluknaga tidak lagi membuang sampah sembarangan, baik ke sungai maupun ke pinggir jalan. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Baca Juga: Makin Aneh, Trump Kenakan Tarif Dagang pada Pulau Tak Berpenghuni yang Hanya Dihuni Penguin
Bupati mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari tindakan kecil yang berdampak besar.
“Mari kita jaga lingkungan mulai dari hal kecil. Jangan buang sampah ke kali, jangan buang sampah ke jalan. Kalau lingkungan bersih, insyaallah masyarakat juga akan senang,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan sekitar. Dengan kebersamaan, permasalahan sampah bisa diselesaikan secara bertahap.
Baca Juga: Sopir Angkot Meninggal di Dalam Kendaraan di SPBU Ciputat Timur, Polisi Lakukan Pemeriksaan TKP
Pemerintah Kabupaten Tangerang pun terus menggalakkan edukasi lingkungan dan aksi nyata di lapangan.
Sungai bukan tempat sampah. Selain mencemari air dan membahayakan ekosistem, sampah yang dibuang ke sungai berpotensi menyebabkan banjir dan gangguan kesehatan.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengatasi persoalan ini.
Artikel Terkait
Wasiat Terakhir Ray Sahetapy: Ingin Dimakamkan di Palu, Namun Sementara Beristirahat di Tanah Kusir
Indonesia Berisiko Alami Resesi Setelah Tarif Impor Naik 32 Persen, Apa yang Harus Dilakukan?
Imbas Tarif Impor Trump 32 Persen untuk Indonesia: Benarkah Ekonomi Nasional Terancam?
Ray Sahetapy Disalatkan di Masjid Istiqlal Sebelum Dimakamkan, Ini Kisah Religius yang Menghubungkannya dengan Istiqlal
Tarif 32 Persen dari AS ke Produk Indonesia, Balas Dendam Trump? Ini Penjelasannya