nasional

Sektor Jasa Keuangan di DKI Jakarta dan Banten Terjaga Stabil dan Tumbuh Positif

Selasa, 4 Februari 2025 | 11:19 WIB

Baca Juga: Kelangkaan Gas Subsidi 3 Kg Makan Korban, LBH Keadilan: Negara Lalai!

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross Bank Umum di Jakarta sebesar 1,79 persen dan di Banten sebesar 2,07 persen. 

Namun, penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menunjukkan dinamika berbeda. 

Di Jakarta, kredit UMKM turun 1,75 persen yoy menjadi Rp220,37 triliun, sementara di Banten, kredit UMKM justru meningkat 3,22 persen yoy menjadi Rp39,37 triliun.

Baca Juga: Bupati Serang Prioritaskan Anggaran 2025 untuk Kepentingan Masyarakat

Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga menunjukkan kinerja positif. Piutang pembiayaan di DKI Jakarta tumbuh 5,13 persen yoy menjadi Rp94,67 triliun, sementara di Banten meningkat 14,64 persen yoy menjadi Rp34,31 triliun.

Sektor fintech lending di DKI Jakarta mencatat pertumbuhan outstanding pinjaman sebesar 2,83 persen yoy, sedangkan di Banten pertumbuhannya mencapai 27,74 persen yoy. 

Namun, jumlah penerima pinjaman aktif mengalami penurunan di kedua wilayah.

Baca Juga: Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM di Tangsel, Begini Cara Daftarnya!

Produk BNPL mengalami pertumbuhan pesat. 

Di Jakarta, jumlah debitur BNPL perbankan naik 29,64 persen yoy menjadi 2,43 juta, sementara di Banten meningkat 46,19 persen yoy menjadi 1,53 juta. 

Meski demikian, risiko kredit BNPL sektor perbankan mengalami peningkatan di Jakarta (5,54 persen) dan Banten (4,69 persen), sementara di sektor non-bank justru mengalami penurunan.

KOJT terus berupaya meningkatkan literasi keuangan melalui berbagai program edukasi. 

Baca Juga: Masjid Agung Discovery Residences Resmi Diresmikan, Jadi Pusat Ibadah dan Kegiatan Sosial Warga

Hingga akhir 2024, KOJT telah mengadakan 50 kegiatan edukasi keuangan, termasuk program untuk mahasiswa dan masyarakat umum.

Halaman:

Tags

Terkini