Sigit mengaku, saat Pemkot Surabaya menggaungkan program Padat Karya, ia bersama warga Kampung 1001 Malam lainnya ingin bergabung dalam program tersebut. Hanya saja, mereka terkendala oleh beberapa hal. Karenanya, ia akan kembali mengajak warga yang masih ada di Kampung 1001 Malam untuk mencari kehidupan yang lebih layak.
“Supaya para ibu-ibu (istri) bisa menambah nilai ekonomi pada keluarganya, sisanya akan saya ajak kesini karena kita sudah kenal, apalagi diberikan hunian yang layak. Ini bisa menjadi percontohan, bahwa warga yang sudah direlokasi Pemkot Surabaya bisa berhasil. Hunian ini layak dan lebih baik dari sebelumnya, kami senang dan ini yang terbaik untuk warga, meskipun kami harus menyesuaikan terlebih dahulu di rusunawa ini,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Pemkot Surabaya yang terus membantu melakukan pemindahan barang-barang dari Kampung 1001 Malam ke Rusunawa Sumur Welut, Pakal, maupun Pesapen.
“Terima kasih untuk Pemkot Surabaya, khususnya Bapak Wali Kota Eri Cahyadi yang sudah mau membantu dan memperjuangan warga Kampung 1001 Malam agar kehidupannya lebih layak. Terima kasih juga kepada aparat yang sudah membantu mengangkut barang-barang kami,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya Gelar Kejuaraan Futsal Antar SMP se-Surabaya
Wujudkan Kota Ramah Anak,Pemkot Surabaya Dapatkan Banyak Dukungan
Walikota Surabaya Pimpin Acara Peringatan Hari Musik Nasional 2023