Sebuah konsep ideal yang terdengar indah di podium, meski di lapangan UMKM masih sering sibuk bertahan hidup menghadapi bunga pinjaman dan harga bahan baku yang tak kenal belas kasihan.
“Ini sejalan dengan semangat perjuangan HIPMI. Yang kecil harus naik jadi menengah, yang menengah naik jadi besar, dan yang besar makin kuat. Di situlah kolaborasi bekerja,” ujar Bahlil.
Pada akhirnya, Munas HIPMI bukan hanya menjadi forum ekonomi. Acara itu berubah menjadi panggung sindiran kabinet yang lebih hidup daripada laporan capaian kementerian.
Dan di tengah janji pembangunan rumah rakyat yang masih sibuk mencari bentuk nyata, candaan Bahlil terdengar seperti alarm keras yang sengaja dibunyikan tepat di depan wajah kekuasaan.
(***)
Artikel Terkait
Soroti Viralnya Video Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Sebut Pembinaan Disesuaikan dengan Usia
Kiprah Politik Anthony Leong Tarik Perhatian di Munas HIPMI, Loyalis Lama Prabowo hingga Pendiri 'Relawan Pride'
Dasco Imbau Masyarakat Jual Dolar, Rupiah Diprediksi Menguat Pekan Depan
TNI AD Tegaskan Penertiban Rumah Dinas di Lenteng Agung dengan Cara yang Persuasif dan Sesuai Ketentuan Hukum
Viral Damkar Diduga Pasok Air ke Rumah Pejabat di Medan saat Warganya Alami Krisis, Sampai Digeruduk Emak-emak