"Masa dari pihak perusahaan mintanya beresin sama sopir buat ganti secara kekeluargaan," ungkap Rifki.
Baca Juga: Audiensi Kadin Tangsel dengan Pilar Saga, Dorong Sinergi Pengusaha dan Pemkot
"Enggak ada tanggung jawabnya sama sekali dari pihak perusahaan?" sambungnya.
Solusi yang Dinilai Tak Logis
Dalam penuturannya, Rifki juga menyebut sikap perusahaan tersebut dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab sebagai pemilik armada transportasi yang beroperasi di jalan raya.
Korban juga mempertanyakan seluruh beban ganti rugi justru dialihkan kepada sopir yang dianggap hanya pekerja biasa dengan penghasilan terbatas.
"Orang kecil yang disuruh tanggung jawab gimana ceritanya mau ganti pakai apa, dipikir lah pakai otak!" tegas Rifki.
Baca Juga: Kadin Tangsel Rebranding, Soroti Rumitnya Perizinan di Hadapan Pilar Saga Ichsan
Hingga kini, kasus tersebut kemudian menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan di media sosial.
Sampai berita ini terbit, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen perusahaan taksi maupun otoritas berwenang terkait keluhan pemilik mobil sport yang viral tersebut.***
Artikel Terkait
Pendampingan RAT KKMP Tangsel Dikebut, 54 Koperasi Ditarget Tepat Waktu Unggah Laporan
Kadin Tangsel Perkuat Sinergi dengan Pemkot, Pilar Saga Ichsan Sambut Kolaborasi Dunia Usaha
Tangsel Matangkan Persiapan Iduladha 1447 H, Benyamin Pastikan Kurban Aman dan Lingkungan Tetap Bersih
Iduladha 1447 H di Al Azhar BSD: 13 Sapi dan 143 Kambing Dikurbankan, Wujud Ibadah Sosial dan Pendidikan Karakter
Marhadi: Pengusaha Lokal Jangan Jadi Penonton di Tengah Investasi Besar Tangsel